Profesi Petani Kurang Diminati Pemuda

0
791 views
Gubernur Rano Karno berbincang dengan pendiri Jawara Banten Farm sambil melihat hasil bumi yang dihasilkan dari sektor pertanian.

SERANG – Meski berpotensi menjadi salah satu peluang mengembangkan ekonomi di perdesaan, minat pemuda untuk menjadi petani masih rendah. Mereka lebih memilih menjadi pekerja di perkotaan daripada mengembangkan potensi tersebut.

Agis Aulia, pendiri Jawara Banten Farm, mengatakan bahwa minat anak-anak muda untuk mengembangkan sektor ekonomi pertanian masih menjadi tantangan. “Tahun 2013 ternyata kekurangan anak-anak muda yang mau mengoptimalkan semua potensi yang ada. Sebab, kebanyakan anak muda tidak mau menjadi petani dan peternak yang dinilai tidak menjanjikan,” katanya saat acara sarasehan petani pemuda Banten di Desa Sambilawang, Kecamatan Waringinkurung, Senin (5/9).

Tantangan lain, lanjut Agis, tidak hanya membutuhkan inovasi, tetapi juga permodalan. “Saya merasa inovasi itu banyak, tapi pertanian dan peternakan memerlukan modal yang sangat besar,” kata sarjana pertanian dan peternakan Universitas Gajah Mada ini.

Ia mengatakan, Jawara Farm Banten dibentuk untuk membuka sekaligus mengembangkan hal tersebut. Apalagi, potensi wirausaha pemuda di kabupaten kota se-Banten sangat luar biasa banyak. Yang sekarang eksis sekira 400 hingga 1.000. “Saya ingin membuktikan bahwa petani dan peternak itu menjanjikan kesuksesan,” ujarnya.

Agis mengungkapkan, Jawara Banten Farm didirikan pada 2013 sepulang dari UGM. Bersama rekan-rekannya, Agis memulai dengan mengembangkan peternakan kambing perah. “Ternyata sampai hari ini jalan dan ada perkembangan. Kita juga mempunyai potensi kambing perah yang luar biasa,” katanya.

Hadir pada kesempatan tersebut Gubernur Banten Rano Karno. Ia mengaku mendukung langkah tersebut. Menurutnya, langkah tersebut sebagai bentuk nyata gerakan pemuda dalam dunia agribisnis. “Ini adalah suatu potensi yang harus terus dikembangkan,” kata Rano.

Ia menilai, Agis sebagai pemuda pelopor bidang pertanian. Rano berharap, potensi itu terus dikembangkan dan ditularkan kepada pemuda lain untuk memelopori kemandirian petani dan peternak muda di Banten. Kata dia, Banten memiliki penduduk 12 juta jiwa yang memerlukan pangan. “Kita tidak bakal sanggup menyuplai semua itu, tetapi saya yakin dengan adanya generasi petani muda yang digagas oleh saudara Agis dan kawan-kawan ini merupakan pembangunan awal di bidang pertanian,” ujarnya.

“Di Banten terdapat sekitar 400 hotel yang memerlukan suplai pangan. Ini juga bisa menjadi suatu peluang bagi para petani di Banten untuk bisa mendistribukan hasil pertaniannya,” imbuh orang nomor satu di Banten ini. (ken/air/dwi/Radar Banten)