Program Bedah Rumah Jadi Andalan Pemdes Selapanjang

0
83

TANGERANG – Pemerintah Desa Selapajang, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang fokus meningkatkan kesejahteraan warganya. Hal itu direalisasikan dengan melakukan program bedah rumah lewat pengentasan rumah tidak layak huni (RTLH) menjadi layak huni. Mulai dari bangunan fisik hingga sarana sanitasi masuk ke dalam program ini.

Ketua Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Selapajang Hj Yulia Widianti mengatakan, untuk melihat kesejahteraan masyarakat salah satunya dilihat dari kondisi rumahnya. Menurutnya kalau rumahnya tidak layak huni, sanitasinya tidak baik tentu kesejahteraannya juga masih kurang.

“Jadi rumahnya dulu diperbaiki, berikutnya kebutuhan dasar lainnya,” katanya saat ditemui di kantor Desa Selapajang, Kecamatan Cisoka, Jumat (6/9).

Yulia menerangkan, di Desa Selapajang diperkirakan ada 100 rumah warga yang tidak layak huni, dan sebagian sudah dientaskan baik melalui program gerakan bersama rakyat atasi kawasan padat, kumuh dan miskin (Gebrak Pakumis) dari Pemkab Tangerang maupun dari program ini.

Ditambahkan saat ini ada sekitar 23 rumah tidak layak huni yang diperbaiki melalui Gebrak Pakumis. Selain itu juga ada beberapa yang diperbaiki oleh desa. Terbaru adalah rumah nenek Asni di Kampung Rancamanggu yang saat ini sedang proses pembangunan dan dibangun menggunakan dana swadaya dari kepala desa dan pihak lainnya yang membantu.

“Untuk itu saya berharap ke depan ada dana khusus pada dana desa untuk alokasi bedah rumah milik warga. Dengan begitu diharapkan bisa mengentaskan RTLH dengan cepat. Apalagi anggaran dana desa saat ini hanya berfokus pada infrastruktur, sosial, dan lainnya, tetapi tidak menyentuh langsung ke masyarakat yakni bedah rumah. Maka itu semoga ke depan ada alokasi khusus anggaran dana desa untuk mengentaskan RTLH, di samping program yang sudah ada milik Pemkab Tangerang,” terangnya.

Sementara itu, selain fokus pada pengentasan RTLH, desa yang memiliki luas wilayah 225 hektare itu termasuk desa siaga di Kabupaten Tangerang sejak 2015 lalu. Dimana fungsi desa siaga berarti, siap melayani masyarakat dalam bantuan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Desa siaga merupakan desa mandiri yang diharapkan bisa membantu keperluan masyarakatnya, mulai dari kebutuhan kesehatan dan lingkungan. “Kami siap membantu melayani, memfasilitasi jam berapa pun akan siap membantu masyarakat,” kata wanita yang hobinya travelling itu.

Sementara itu, Kepala Desa Selapajang Edeng Haerudin berharap, warga bisa terus bekerja sama dan bergotong royong untuk membangun desa lebih baik. Mulai dari pelayanan, hingga kesejahteraan warga akan terus ditingkatkan. Menurutnya untuk membangun desa yang sejahtera tidak cukup hanya kepala desa dan para stafnya, tetapi juga harus ada keterlibatan dari masyarakat. “Mari bersama-sama membangun desa yang sesuai harapan masyarakat,” pungkasnya.  (pem/rb)