Program Doktoral UIN Banten Kembangkan Wawasan Keislaman Inklusif

Wakil Direktur PPs UIN SMH Dr H Naf’an, Dr Ali Muhtarom (Sekretaris Program Doktor MPI), Dr. Ade Fakih Kurniawan (Sekretaris Prodi PAI), sedang berdiskusi tentang penerimaan mahasiswa baru program doktor.

Melalui Mata Kuliah Interdisciplinary Studies

SERANG – Isu mengenai pendidikan Islam semakin dinamis. Dalam menghadapi dinamika tersebut diperlukan kajian keislaman interdisipliner. Program Doktoral pada Program Pascasarjana (PPs) UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten menjawab tantangan tersebut dengan menghadirkannya sebagai mata kuliah wajib di Program Studi Doktoral Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Manajemen Pendidikan Islam (MPI). Kajian ini akan memberikan ventilasi untuk penyegaran pemahaman keislaman.

Hal itu sebagaimana disampaikan Wakil Direktur PPs UIN SMH Banten Dr Naf’an Tarihoran ketika membuka rapat penentuan mata kuliah, beberapa hari yang lalu. Pada acara tersebut, Naf’an mengatakan, kajian interdisipliner merupakan mata kuliah yang sangat penting untuk menjawab tantangan global secara akademis.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Prodi PAI Dr Ade Fakih Kurniawan. Dia mengatakan, kajian keislaman saat ini tidak bisa hanya didekati secara monolitik dengan pendekatan keislaman normatif, namun sangat diperlukan pendekatan historis seperti mengaitkan kajian keislaman dengan keilmuan lain, seperti sosiologi, antropologi, psikologi, ekonomi, dan bahkan juga politik sehingga akan menghasilkan para ilmuan bidang keislaman yang lebih inklusif.

Mata kuliah tersebut akan diberikan pada dua program studi doktoral di PPs UIN SMH Banten yaitu PAI dan MPI. Kedua program tersebut saat ini masih membuka pendaftaran hingga 17 Januari 2020. Orientasi mahasiswa baru dan awal perkuliahan akan dilaksanakan pada 13-15 dan 17 Februari 2020. Adapun informasi mengenai pendaftaran bisa diakses melalui: http://pmb-pasca.uinbanten.ac.id/ (*/aas)