Progres Revitalisasi Banten Lama Capai 30 Persen

SERANG – Proyek revitalisasi kawasan cagar budaya Kesultanan Banten terus berlangsung. Khusus di zona inti kawasan Banten Lama, progresnya hingga saat ini baru mencapai 30 persen dari target yang ditetapkan hingga November mendatang.

Koordinator Revitalisasi Banten Lama Pemprov Banten Andika Hazrumy mengatakan, revitalisasi dilakukan di antaranya dengan membangun akses utama ke Masjid Agung Banten Lama dan plaza utama yang terletak di depan masjid. “Alhamdulillah, hingga hari ini sudah 30 persen dari proses yang ada. Dari target bulan November selesai,” ujar Andika, kemarin.

Wakil Gubernur Banten ini mengatakan, revitalisasi juga meliputi normalisasi kanal yang mengelilingi kawasan Banten Lama. “Hasil normalisasi, diharapkan kanal dapat kembali difungsikan sebagai sarana wisata air, sebagaimana dahulu kanal-kanal tersebut dibuat pada mulanya sebagai fungsi transportasi,” katanya.

Ia mengatakan, Pemprov Banten bersinergi dengan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten berkenaan dengan rencana mengundang Presiden Joko Widodo. Pihaknya menjadwalkan Presiden untuk meninjau bangunan sejarah tersebut. “Beliau (Jokowi-red) ingin meninjau revitalisasi Banten Lama. Dengan momentum dies natalis UIN Banten merupakan momentum baik untuk mengundang Pak Presiden,” terangnya.

Kata dia, pekerjaan tahap awal dalam revitalisasi Banten Lama tersebut ditargetkan akan selesai November tahun ini. Ia mengatakan, Pemprov Banten menargetkan Banten Lama yang sudah direvitalisasi tahap pertama itu bisa digunakan untuk upacara HUT ke-18 Provinsi Banten tahun ini. ”Jadi, jangan ragukan, jangan sangsikan kerja-kerja Pemprov Banten dalam tekadnya mengejar target pembangunan infrastruktur dan pelayanan dasar lainnya,” katanya.

Dalam beberapa kesempatan, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Provinsi Banten M Yanuar mengatakan, saat ini revitalisasi tahap awal Banten Lama memasuki tahap pengerjaan. “Pokoknya sesuai target harus sudah selesai. Kalau untuk plaza masjid 30 September sudah selesai,” pungkasnya.

Pada rapat evaluasi pembangunan revitalisasi Kawasan Cagar Budaya Kesultanan Banten, Selasa (31/7), Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Serang Poppy Nopriadi mengungkapkan, Pemkot Serang selama ini menyadari kekurangan yang dimiliki sehingga butuh campur tangan Pemprov Banten. Menurutnya, sejak 2017 lalu, Pemkot sudah mengalokasikan anggaran untuk revitalisasi Banten Lama.

Pada 2018 ini ada beberapa kegiatan fisik di lingkungan kawasan penunjang wisata (KPW), yakni pembangunan jalan dengan durasi pekerjaan empat bulan dan ditargetkan 26 September 2018 bisa selesai. Untuk pembangunan pagar luar, rencananya selesai pada 26 Oktober 2018. Selain itu, pembangunan fasilitas bagi pedestrian dan PKL serta drainase direncanakan akan selesai pada 27 September 2018.

Berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Serang, bantuan anggaran dari provinsi difokuskan ke pembangunan di KPW. Seperti fasilitas bagi pedestrian, PJU, listrik, pemindahan PKL, pembangunan pagar luar, penyusunan DED lanskap KPW, DED bangunan pendukung, dan DED pembangunan toilet, musala, air bersih, IPAL dengan total anggaran Rp6,35 miliar. “Nantinya seluruh pedagang akan dipindahkan ke KPW yang ditargetkan akan selesai pembangunan pada Oktober 2018 mendatang,” ungkap Poppy. (Fauzan D/RBG)