Promosi Wisata Masih Rendah

Seorang anak sedang berlari menyambut ombak di Pantai Sambolo, Kecamatan Anyar, Senin (26/12). Sejumlah anak memanfaatkan libur sekolah dengan berwisata ke pantai.

SERANG – Komisi III DPRD Banten meminta Dinas Pariwisata Banten untuk gencar meningkat promosi ke luar daerah, sehingga objek wisata di Banten dapat lebih dikenal dan dikunjungi wisatawan. Yang tak kalah penting, Dinas Pariwisata harus dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga dan merawat objek wisata.

“Gol dari tujuan itu adalah, peningkatan pendapatan daerah dari bidang pariwisata. Dinas pariwisata harus bisa meningkatkan kunjungan wisata asing maupun lokal, sehingga pendapatan pariwisata meningkat,” kata Ketua Komisi III DPRD Banten Muhammad Faizal, Jumat (27/1).

Faizal menilai promosi pariwisata di Banten sejauh ini belum maksimal. “Pemprov melalui dinas pariwisata harus melibatkan badan promosi pariwisata atau PHRI. Lakukan promosi dengan mengangkat muatan lokal yang ada di Banten, sehingga dapat dijadikan sebagai idenditas Banten,” katanya.

Untuk menunjang harapan itu, lanjut Faizal, dinas pariwisata harus melakukan beberapa upaya, di antaranya membuat masterplan atau rencana induk pariwisata, meningkatkan masyarakat sadar wisata, promosi dan sosialisasi wisata ke luar daerah, target kunjungan wisata, dan membuat payung hukum supaya SKPD yang lain ikut mendorong peningkatan pariwisata.

“Yang tak kalah penting adalah sarana infrastruktur yang menunjang. Nah infrastruktur ini kan harus melibatkan SKPD terkait, maka dari itu dibutuhkan payung hukum dan komitmen bersama,” ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata Banten Eneng Nurcahyati saat dikonfirmasi mengaku berterimakasih dan mengapresiasi masukan Komisi III. Menurut Eneng, meningkatkan kemajuan pariwisata sudah menjadi kewajiban dinas pariwisata, dan semua pihak untuk bersama-sama meningkatkan masyarakat sadar wisata.
“Memang masyarakat, terutama yang ada di sekitar destinasi wisata, untuk memiliki kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan, kemanan dan lainnya di wilayah pariwisata, agar wisatawan merasa aman dan enjoy, sehingga mau kembali datang,” katanya.

Dalam hal ini, Eneng akan mengajak pemerintah kabupaten/kota dan melibatkan elemen masyarakat untuk peduli menyiapkan masyarakat yang sadar wisata. Terkait promosi, Eneng akan segera mengevaluasi dimana kekurangan dan kelebihannya.

“Selain promosi, kita juga harus siapkan destinasinya. Promosinya gencar, kalau destinasinya tidak, ya sama saja percuma. Jadi harus seimbang,” katanya.

Dalam upaya menyiapkan destinasi wisata yang maksimal, Eneng mengaku akan mengajak sejumlah perusahaan di Banten untuk bekerjasama. Salah satu yang sedang dilakukan yakni dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Cabang Banten. “PLN itu mempunyai program bina lingkungan, nah ini bisa ditarik untuk program peningkatan pariwisata. Mudah-mudahan perusahaan lain bisa ikut peduli dalam hal ini,” katanya. (Bayu)