Proses KBM SMP Plus As Sa’adah Cikeusal, Libatkan Orangtua dalam Mendidik Siswa

    0
    274 views

    Mendidik anak bukan hanya tugas lembaga pendidikan, melainkan juga perlu dukungan peran orangtua sebagai madrasah pertama. Seperti halnya yang dilakukan SMP Plus AS Sa’adah, Cikeusal yang melibatkan orangtua siswa dalam metode mengajar.

    ABDUL ROZAK – Cikeusal

    Minggu (4/8) Siang, suasana lingkungan Pondok Pesantren Modern As Sa’adah di Kecamatan Cikeusal tampak tenang. Tampak ratusan siswa SMP di lingkungan ponpes mengikuti proses kegiatan belajar mengajar (KBM) yang terbagi dalam beberapa kelas. Siswa terlihat begitu serius fokus mendengarkan materi yang disampaikan pengajarnya.

    Namun, siang itu ada yang menarik pada proses KBM di SMP di lingkungan ponpes yang dinamakan SMP Plus As Sa’adah. Tenaga pendidiknya menggunakan seragam berbeda-beda. Mulai dari seragam TNI, Polri, tenaga kesehatan, hingga profesi lainnya. Usut punya usut, ternyata para tenaga pendidik di sekolah itu bukanlah guru, melainkan orangtua siswa yang sengaja diminta pihak ponpes untuk memberikan pelajaran.

    Siang itu di dalam satu ruangan terdapat 17 orangtua siswa yang mengajar lengkap dengan seragam profesinya masing-masing. Mereka memberikan materi motivasi keprofesian di 17 ruang kelas selama 45 menit. Mulai dari kelas VII hingga kelas IX. Siswa begitu antusias menyimak materi dari para orangtuanya.

    Kepala SMP Plus As Sa’adah M Iman Wahyudi mengatakan, pihaknya sengaja melibatkan orangtua dalam mendidik anaknya yang merupakan bagian dari metode pengajaran di lembaganya. Tujuannya, memberikan motivasi kepada siswa tentang keprofesian. “Ini program yang pertama kali kita gelar,” ujarnya.

    Menurut Iman, orangtua merupakan gerbang utama dalam mendidik siswa. Pihaknya membutuhkan peran orangtua dalam membimbing siswa didiknya. “Saya rasa mendidik anak itu tidak bisa di pendidikan formal saja, tapi juga orangtua harus turut berpartisipasi,” terangnya.

    Program itu, lanjut Iman, sudah memberikan suasana KBM baru terhadap siswa. Jika biasanya KBM diisi tenaga pendidik dengan mata pelajaran yang sudah ditentukan, kali ini siswa bisa berinteraksi langsung dengan orang yang sudah menggeluti profesi berbeda-beda. “Orangtua siswa menceritakan sejak awal mereka meniti karir,” katanya.

    Iman berharap, program tersebut dapat memotivasi siswa dalam meniti karir untuk masa depannya. “Alhamdulillah suasana KBM menjadi lebih kondusif, siswa lebih interaktif,” ucapnya. (*)