Proses Pembentukan Daerah Otonomi Baru di Banten Ditahan

TANGERANG – Proses pembentukan sejumlah daerah otonomi baru (DOB) di Provinsi Banten dipastikan tidak akan dilanjutkan pada tahun ini. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo setelah menghadiri pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah Provinsi Banten tahun 2016 di Hotel Allium, Kota Tangerang, Senin (10/4).

“Tahun ini belum memfokuskan untuk DOB. Kita lebih memfokuskan untuk bagaimana yang 500 lebih daerah tingkat dua hasil otonominya bisa diberdayakan,” ujar Tjahjo kepada awak media.

Tjahjo mengaku kebijakan tersebut disebabkan oleh anggaran pemerintah yang tidak memadai untuk membentuk daerah baru.  “Anggarannya masih belum ada, anggarannya masih mau di fokuskan untuk hal lain,” tegas Tjahjo.

Alesan pembentukan DOB agar mampu meningkatkan pembangunan, kesejahteraan rakyat sangat diterima oleh pemerintah pusat, namun problemnya menurut Tjahjo adalah keterbatasan anggaran tersebut.  “DOB kan ada saham dari induknya, mau gak dipotong induknya,” ujarnya.

Sementara itu, di tempat yang sama, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya mengaku kecewa atas pernyataan Mendagri tersebut. Pernyataan tersebut dinilai Iti bukan sebagai bentuk itikad baik pemerintah pusat.

“Sekarang kita menunggu itikad baik pemerintah saja. Di Lebak sangat mendesak. Di daerah lain pendudukanya seribu dimekarkan. Kalau di Lebak kan 1,2 hampir 1,3 (juta) dengan luas wilayah  330 ribu hampir 35 persen luas Provinsi Banten ada di Lebak, tapi kesenjangannya terlalu jauh. Bahkan dengan ibu kota Provinsi Banten, Kota Serang, kesenjangannya cukup jauh,” ujarnya.

Terkait  anggaran, anak mantan Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya ini menilai hal tersebut bisa dirumuskan dan pemerintah Kabupaten Lebak siap. “Kan nanti ada perumusan lagi, itu bisa dihitung, kita tinggal empati pemerintah terhadap daerah-daerah seperti kami. Sebenarnya tidak etis daerah yang dekat dengan ibu kota tapi jauh kesenjangannnya,” papa Iti.

Salah satu DOB yang telah diusulkan sejak lama yaitu Kabupaten Cilangkahan, pemekaran dari Kabupaten Lebak. Menurut Iti daerah tersebut sangat layak untuk menjadi daerah otonom. “PAD memungkinkan, sangat layak, Cilangkahan sangat layak, dari sektor pariwisata, laut, pertanian, pertambangan, imprastruktur pun sudah selesai,” ungkapnya.

Untuk diketahui ada tiga daerah yang tengah diajukan untuk menjadi daerah baru, ketiga dearah terebut di antaranya Kabupaten Cilangkahan, Kabupaten Cibaliung dan Kabupaten Caringin. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)