Prostitusi Apartemen Marak

0
533
Petugas Satpol PP saat memeriksa salah satu penghuni apartemen di Tangerang dalam razia beberapa waktu lalu. Apartemen di wilayah Tangerang kerap dijadikan tempat prostitusi.

TANGERANG – Praktik prostitusi saat ini tak hanya dijajakan lewat tempat-tempat hiburan, atau PSK yang mangkal di tempat-tempat tertentu.

Beberapa kota besar, praktik prostitusi dijalankan dengan menyewa sebuah apartemen sebagai tempat ‘eksekusi’ antara pelanggan dan para penjaja cinta sesaat. 

Belakangan ini, tak sedikit apartemen di Tangerang malah beralih fungsi menjadi sarang prostitusi online. Budaya minim bersosial antartetangga menjadikan tindak asusila ini marak di apartemen. Aman dan nyaman merupakan gambaran situasi untuk bermesum ria di kamar hunian jangkung.    

Para pekerja seks berani menyewanya karena jauh lebih murah dibanding hotel. Sistem sewa fleksibel bisa harian, mingguan hingga bulanan.

Tangerang Ekspres (Radar Banten Gorup) coba menelusurinya dengan mendatangi sejumlah apartemen di Tangerang. Salah satunya apartemen di bilangan Cikokol, Kecamatan Tangerang. Tim liputan Tangerang Ekspres tersambung (melalui aplikasi media sosial) dengan salah seorang pekerja seks bernama Sari.

Setelah berkenalan, Sari tak sungkan menceritakan kehidupan di apartemen. Ia menyewa salah satu unit apartemen untuk melayani tamunya. Menyewa tidak sendiri. Melainkan patungan bersama teman sepekerjaannya. Kamar tersebut hanya untuk dijadikan tempat eksekusi setelah deal dengan harga yang disepakati pelanggan.

Ia dan temannya tidak menyewa bulanan ataupun tahunan. Mereka menyewa dengan sistem harian dengan harga Rp 350 ribu per hari.  “Patungan, jadi dalam sehari itu paling melayani tamu tiga sampai lima orang. Tidak menentu juga. Sayang kalau sewa bulanan, karena saya tinggal bersama teman saya di kosan,” akunya.

Ia menjelaskan, untuk tarif yang dipasang mulai dari Rp350 ribu sampai dengan Rp1,5 juta. itu juga tergantung permintaan tamu yang ingin berkencan dengan dirinya apakah short time atau long time. “Paling murah saya itu Rp350 ribu sekali main, untuk durasi dua kali main Rp600 ribu. Jika menginap tarifnya Rp1,5 juta. Tetapi banyak juga yang mengambil paket satu jam dan juga long time. Kata tamu penasaran sama permainan saya,” tuturnya.

Sari mengungkapkan, tamu yang sering ditemui biasanya usianya 40 tahun dan paling muda 20 tahun. Paling banyak tamu pada hari Kamis sampai Minggu.

“Tamu saya itu ada yang pengusaha dan anak muda, ada tamu langganan yang sering mengajak saya menginap. Kalau tamu baru, biasanya saya minta DP sebesar 10 persen untuk mengatur jadwal agar tidak bentrok dengan tamu yang lain,” katanya.

Ketika ditanya mengenai kesehatan, Sari selalu melakukan pemeriksaan rutin ke klinik. Bahkan sejak usia 22 tahun sudah menggunakan KB suntik agar tidak hamil. “Kalau tamu baru biasanya saya tawarin pakai kondom, kalau yang langganan ada yang mau pakai kondom ada yang tidak,” akunya.

Sari mengaku terjun menjadi PSK berawal dari ajakan teman. Hasil yang didapat untuk kebutuhan pribadi dan juga menafkahi keluarga di kampung. “Saya aslinya Cianjur, sudah dua tahun di Tangerang. Itu juga diajak teman, awalnya kerja di karaoke. Tetapi karena terdesak kebutuhan, makanya berani,” paparnya.

Sari tidak tahu sampai kapan menjadi PSK. Sebagai tulang punggung keluarga dia harus membiayai tiga adik yang masih sekolah sementara bapaknya sudah meninggal. “Keluarga saya taunya saya bekerja jadi sales,” tutupnya.

Transaksi ini semakin mudah dengan adanya aplikasi media sosial. Para penjaja seks tinggal memasang aplikasi di smartphone kemudian membuat akun di medsos. Sehingga tawar-menawar harga hingga memesan tempat cukup lewat chatting.

Mereka memasang foto diri sehingga terlihat cantik. Tidak hanya itu, bukti chat dengan pelanggan pun dipajang sebagai bukti memancing kepercayaan lelaki hidung belang.

Amy, salah satunya. Ia memasang harga di aplikasi sebesar Rp800 ribu sekali main. Amy biasa menerapkan sistem cash on delivery (COD) atau bayar di tempat. Simpelnya, ada uang ada barang. Ia menceritakan, sistem DP atau transfer tidak dapat dipercaya sebab banyak penipuan. “Simpel saja saya mah. Toh, kita jual fantasi bukan mau kredit barang. Sehari saya minimal dapat 10 pelanggan,” jelasnya.

Amy menceritakan, selain kos-kosan dan hotel, apartemen menjadi lokasi berikutnya untuk dijadikan tempat yang lebih aman. “Kalau di apartemen sudah paket lengkap. Karena sudah kita sewa mingguan kamarnya,” ujar Ami yang menyewa apartemen di bilangan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.  (bud/ran/sep)