Aktivis HMI demo di depan kantor Bupati Lebak.

LEBAK – Puluhan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lebak melakukan demonstrasi di depan kantor Bupati Lebak, Rabu (15/5). Mereka menuntut Bupati Iti Octavia Jayabaya merekomendasikan penutupan permanen galian tanah di beberapa kecamatan di Lebak yang meresahkan masyarakat.

Koordinator lapangan (Korlap) aksi Eza Yayang Firdaus mengatakan, galian tanah merah yang tersebar di enam kecamatan di Lebak telah merugikan masyarakat. Eksploitasi alam yang berlebihan dituding telah merusak lingkungan dan aktivitas hilir mudik kendaraan pengangkut tanah mengakibatkan jalan berlumpur dan licin. Kondisi tersebut telah mengakibatkan kecelakaan yang membuat pengendara sepeda motor mengalami luka dan bahkan ada yang meninggal dunia.

“Kami ke sini menuntut Bupati Lebak untuk merekomendasikan penutupan permanen galian tanah di Maja, Curugbitung, Sajira, Cipanas, Cibadak,┬ádan Malingping,” kata Eza Yayang Firdaus kepada wartawan, Rabu (15/5).

Eza menyayangkan, sikap aparat penegak peraturan daerah (perda) yang tidak tegas terhadap pengusaha galian tanah di Lebak. Mereka beberapa kali turun ke lapangan untuk memberikan peringatan. Tapi dua atau tiga hari kemudian, pengusaha galian tanah kembali beroperasi lagi. Akibatnya, jalan raya dipenuhi lumpur dan pengusaha bebas menjalankan aktivitas galian tanah.

“Padahal, kami menduga tidak ada satu pun galian tanah yang beroperasi di Lebak yang memiliki izib. Karena itu, kita adukan persoalan ini kepada aparat penegak hukum, karena mereka melakukan kegiatan eksploitasi alam secara ilegal,” tukasnya. (Mastur)