ilustrasi (foto: istimewa)

SERANG – Penghapusan proyek Bandara Banten Selatan dari 12 proyek strategis nasional (PSN) di Provinsi Banten menuai komentar dari lembaga legislatif dalam hal ini Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten dan penggiat pariwisata dalam hal ini Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Provinsi Banten.

Anggota DPRD Provinsi Banten Thoni Fathoni Mukson menjelaskan, Pemprov Banten harus mengambil pelajaran atas hal tersebut. Menurutnya, lebih baik Pemprov Banten fokus pada PSN lain yang masih berproses dan pada infrastruktur darat salah satunya tol Serang Panimbang.

“Cita-cita bandara tersebut kan dibangun untuk menunjang ekonomi di wilayah Banten Selatan dan Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung seperti yang sudah ditetapkan pemerintah,” kata Thoni keapda Radar Banten Online melalui sambungan telepon seluler, Jumat (18/8).

Terkait penghapusan proyek tersebut, Thoni memaklumi keputusan Presiden Joko Widodo tersebut. Thoni meyakini ada pertimbangan matang dari pemerintah pusat sebelum mengambil keputusan tersebut.

“Itu kan PSN yah, PSN yang diperpanjang progresnya lima tahun pertama gagal karena lahan, diperpanjang kemudian gagal lagi di lahan. PSN itu pak Jokowi mau selesai di masa jabatannya jadi yang lambat dicoret. Kita harus maklumi itu,” kata Thoni.

Thoni menilai jika hal tersebut tidak ingin terjadi harusnya ada kerja bersama antara departemen pehubungan, departemen kehutanan, Pemprov Banten dan Pemkab Pandeglang dalam menyikapi persoalan lahan.

“Sekarang fisibility study tempat saja gak ada. sedangkan fisibility buat bandara cukup lama, jadi cukup dimaklumi jika dibatalkan. tapi yang jelas, bahwa kita harus mengapresiasi PSN yang ada di Provinsi Banten. Hilangnya bandara terbitnya Wilmar. Itu juga menjadi skala prioritas jadi kawasan industri,” ujar Thoni
Menurut Thoni,Pemprov Banten dan pemkab serta pemkot harus serius menyambut dan mengapresiasi PSN yang masih lanjut. Apresiasi dilakukan dengan membantu sepenuhnya progres pembebasan lahan dan keperluan lain terkait proyek-proyek tersebut.

Sementara itu, Ketua PHRI Provinsi Banten Ahmad Sari Alam mengunkapkan, sebagai pelaku pariwisata pihaknya sangat menyangkan hal tersebut. Namun, optimisme untuk membangun sektor pariwisata harus tetap ada.

Dikatakan Sari Alam, agar sektor pariwisata bisa terus berkembang, pemerintah harus fokus pada pembangunan akses darat menuju lokasi pariwisata yang ada di Banten Selatan.

“Bandara memang dibutuhkan, namun karena kita dekat dengan ibu kota, kemudian ada Bandara Soekarno Hatta, saya rasa pemerintah tinggal fokus pada infrastruktur darat. Jalan menuju lokasi wisata diperluas misalnya,” kata Sari Alam melalui sambungan telepon seluler.

Jika kondisi jalan darat bagus, lanjut Sari Alam, wisatawan pun akan senang berkunjung ke Banten. Contohnya seperti di Lombok Barat. Menurutnya, meski destinasi wisata di daerah tersebut jauh, namun karena akses jalan yang baik wisatawan pun senang berkunjung ke destinasi tersebut.

“Pemerintah pun bisa melakukan itu,” kata Sari Alam.

Kendati seperti itu, Sari Alam tetap berharap jika proyek pembangunan bandara tersebut bisa terwujud agar pengembangan perekonomian khususnya di sektor pariwisata bisa cepat terbangun. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)