Para pengusaha saat berkumpul di DSDAP Banten untuk menagih pembayaran proyek MCK, beberapa waktu lalu.

SERANG – Sejumlah pengusaha mengamuk di kantor Dinas Sumber Daya Air dan Permukiman (DSDAP) Banten bidang Seksi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL), Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten, Rabu (6/1/2016). Insiden ini terjadi lantaran pekerjaan ‎ pembangunan sarana mandi cuci dan kakus (MCK) yang didanai hibah APBD 2015 dengan nilai total Rp90 miliar yang dikerjakan para pengusaha belum dibayar.

Pada awalnya para pengusaha bersikap tenang sambil menunggu penjelasan dari pihak DSDAP terkait pekerjaan yang hingga kini belum dibayarkan.‎ Namun setelah tahu tidak ada pejabat‎ di tempat, para pengusaha mengamuk dengan menendang pintu-pintu kantor beberapa kali.

Tidak berhenti sampai di situ, para pengusaha pun meluapkan emosinya dengan merusak sejumlah papan proyek dan menyegel pintu Kabid AMPL Adib Solihin. “Kami selaku pengusaha berharap kerja sama dengan dinas. Pekerjaan sudah selesai kami menuntut hak dong, di kemanakan hak kami?,” ujar Barata Yuda, Direktur CV Barata Yuda.

Mewakili para pengusaha, Yuda mengaku mengalami kerugian karena nilai kontrak sangat besar. Khusus di perusahaanya sendiri nilai kontrak sebesar Rp2 miliar. ” Kami minta pertanggungjawaban, kami minta kejelasan. Kalau ini memang tidak bisa dibayarkan, mohon luncurkan surat pemberitahuan. Yang jelas ada kepastian, kemudian dicarikan solusi seperti apa karena ini kan kami sudah mengeluarkan uang untuk pekerjaan,” kata Barata.

Hal yang sama diungkapkan oleh Direktur CV Barokah Putra Lestari, Husni Mubarok. Perusahaannya mengerjakan proyek MCK di Ciomas dengan nilai sekitar Rp145 juta. Menurutnya, pekerjaan selama 45 hari kerja itu sudah selesai 100 persen. Namun sampai saat ini sama sekali belum ada pembayaran.

“Karena ini kan sistemnya dana pengerjaan istilahnya ditalangin dulu oleh perusahaan. Sekarang tidak ada kejelasan, tentu saja kami rugi.‎ Paling tidak ada kejelasan, ini sama sekali tidak ada,” katanya. (Bayu)