Proyek Belum Dibayar, Pengusaha Tongkrongi Setda Banten

SERANG – Puluhan pengusaha yang belum dibayar oleh Dinas Sumber Daya Air dan Permukiman (DSDAP) Provinsi Banten tahun lalu meminta kejelasan pembayaran kepada Pemprov Banten.

Menurut Pelaksana Lapangan CV Gelar Putra Mandiri Syarifudin mengatakan, para pengusaha tidak akan pergi meninggalkan gedung Setda Provinsi Banten sebelum mendapatkan kejelasan dari Pemprov Banten. “Itu hak kami, kami akan tetap di sini sampai ada kejelasan,” kata Syarifudin kepada radabanten online, Senin (15/2/2016) petang.

Ini dilakukan pengusaha karena pengusaha bosan mendapatkan janji dari Pemerintah Provinsi Banten. “Kami ada yang pinjam, janjinya sebulan setelah proyek pengerjaan uang dibayar, kami menuntut hak kami,” katanya.

Sebelumnya, Direktur CV Hikma Putra, H. Anta, menyatakan, para pengusaha merasa telah ditipu oleh DSDAP sehingga sampai saat ini pengerjaan proyek belum dibayar. “Katanya karena dana yang dialokasikan buat proyek dana hibah, kenapa itu tidak diberitahu sebelum proyek dikerjakan, ini malah setelah proyek selesai,” kata Anta.

Anta melanjutkan, terlebih sebelumnya sejumlah oknum dari DSDAP meminta bayaran kepada para pengusaha yang nilainya mencapai jutaan rupiah dan memotong sebesar tujuh persen dari nilai kontrak.

Untuk diketahui para pengusaha sudah menduduki kantor Setda Banten sejak siang tadi. Menurut Syarifudin sebelumnya pengusaha dijanjikan akan bertemu dengan Gubernur Banten Rano Karno, namun dengan alasan paripurna dan yang lain, pengusaha gagal bertemu dengan Rano Karno. (Bayu)