Proyek Drainase Dinilai Asal-asalan

Drainase yang berada di Jalan Lingkar Selatan, Kota Serang, tampak tidak ditutup seperti semula, Selasa (10/9). Selain berbahaya bagi pejalan kaki, hal tersebut juga membuat drainase terisi material tanah atau pun sampah.

SERANG – Proyek pembuatan drainase di sejumlah titik di kawasan Kota Serang dinilai asal-asalan. Ini lantaran, warga mengeluhkan pengerjaan proyek yang tidak rapi setelah gorong-gorong beton terpasang.

Pantauan Radar Banten di Jalan Letnan Jidun, Kepandean, Kota Serang, pembangunan drainase di sepanjang jalan belum semuanya rampung. Hampir semuanya drainase sudah terpasang saluran berbahan beton. Hanya saja, masih ada sebagian yang belum kembali ditutup.

Misalnya saluran yang tepat berada di kawasan Eks Terminal Kepandean. Drainase sudah terpasang beton tapi belum kembali ditutup. Bahkan beberapa pemilik ruko di sepanjang jalan tersebut ada yang terpaksa menutup sendiri dengan cor semen dan papan kayu. Mereka melakukannya karena untuk aktivitas keluar masuk orang dan kendaraan ke dalam ruko.

Lambannya pembangunan tidak sedikit dikeluhkan warga. Terlebih, pengerjaan bangunan yang kurang rapi. “Saya inginnya cepat selesai dan ditutup. Jadi enak jalannya. Ini mah sudah terpasang gorong-gorong beton, terus ditinggalkan. Kayak asal-asalan gitu ngerjainnya,” kata Rizki yang mengaku tinggal di Kota Serang di lokasi, kemarin.

Ia tidak memungkiri sekarang sudah mulai agak rapi. Sebelumnya saat penebangan pohon dan penggalian lebih semrawut. “Karena enggak langsung dipindah bekas pohon dan tanah galiannya jadi sering macet. Kan di sini termasuk yang padat kendaraan,” ujarnya.

Senada dikatakan Rasyid yang mengeluhkan pembangunan drainase yang lamban dan kurang rapi. “Senang dibangun seperti ini bisa enggak banjir lagi. Tapi ya bangunnya lebih cepat dan jangan acak-acakan,” cetusnya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2 pada Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Jalan Nasional (PJN) 1 Banten, Rozatul Farid mengatakan, saat ini progres pembuatan drainase di wilayah kerjanya mencapai sekira 70 persen, dari total 10 kilometer. “Kami menargetkan bisa selesai, sebelum datang musim penghujan,” katanya. (ken-fdr/air/ags)