Proyek Irigasi Pamarayan hingga 2020, Sawah Terancam Kekeringan

0
760 views
Peserta sosialisasi P3-TGAI di Hotel Horison, Jalan Lingkar Selatan (JLS), Kecamatan Kramatwatu, Kamis (25/7).

SERANG – Para petani yang sawahnya bersumber dari air irigasi Bendung Pamarayan terancam akan kekeringan dalam waktu lama karena proyek normalisasi irigasi Bendung Pamarayan akan berlangsung hingga 2020.

Hal itu terungkap pada acara sosialisasi program percepatan peningkatan tata guna air irigasi P3-TGAI tahun anggaran 2019 Satuan Kerja (Satker) Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (SDA) Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) di Hotel Horison, Jalan Lingkar Selatan (JLS), Kecamatan Kramatwatu, Kamis (25/7).

Hadir Kabid Operasi dan Pemeliharaan BBWSC3 Paino, Kasi Irigasi pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Serang Hendi Suhendi, jajaran kepolisian, pemerintah kecamatan, dan aparatur desa dan kelurahan di Kabupaten Serang, Kota Serang, Cilegon, Lebak, dan Pandeglang.

Kabid Operasi dan Pemeliharaan BBWSC3 Paino mengungkapkan, pihaknya akan merehab saluran irigasi tersier Pamarayan seluas 150 hektare. Pihaknya juga sudah mengikuti kesepakatan terkait kegiatan buka tutup pintu irigasi dengan adanya kegiatan normalisasi.

“Normalisasi irigasi tidak boleh terlambat,” tegas Paino kepada Radar Banten usai acara.

Menurut Paino, normalisasi jaringan Irigasi Pamarayan harus segera dilaksanakan karena kinerja jaringan irigasi sudah tidak maksimal. Dijelaskan Paino, kinerja jaringan Irigasi Pamarayan Barat sejauh 58 kilometer yang awalnya mampu dialiri air sebanyak 26 meter kubik per detik, kini hanya bisa dialiri air 12,8 meter kubik per detik. “Itu karena dinding irigasinya sudah limpas,” terangnya.

Hal serupa terjadi pada saluran Induk Pamarayan Timur yang kapasitasnya berkurang, dari tujuh meter kubik per detik, kini hanya bisa dialiri air 3,15 meter kubik per detik. “Jika petani mengikuti pola tanam yang sudah disepakati, rasanya tidak akan terjadi kekeringan, apalagi gagal panen,” jelasnya.

Kata Paino, pola tanam padi sudah ditentukan dan disepakati bersama Kejati Banten tahun lalu, yakni selama tiga bulan pada April, sampai Juni. Untuk Juli, Agustus, dan seterusnya kegiatan normalisasi jaringan irigasi sampai 2020. (Haidar)

Saksikan juga di Banten Raya TV pada program SELAMAT PAGI BANTEN (07.00 WIB), BANTEN SIANG (13.00 WIB), BANTEN PETANG (17.00 WIB) dan BANTEN MALAM (21.00 WIB) di channel 50 UHF/702 MHz, atau melalui streaming www.barayatv.com/live