Proyek Jalan Jaha-Anyar Gusur Tiga Desa

Ilustrasi

ANYAR – Proyek pembangunan Jalan Jaha-Anyar sudah masuk tahap perencanaan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Serang. Proyek akan menggusur permukiman warga tiga desa di Kecamatan Anyar.

Camat Anyar Khairil Anwar mengungkapkan, di wilayahnya akan ada proyek pembangunan Jalan Jaha-Anyar yang merupakan jalan alternatif menuju kawasan wisata Anyar. Jalan Jaha-Anyar direncanakan akan dibangun sepanjang empat kilometer. Katanya, proyek akan melintasi permukiman warga di wilayahnya.

“Ada tiga desa yang bakal kena gusuran, di Desa Mekarsari, Tanjungmanis, dan Desa Cikoneng. Ada permukiman ada juga lahan kosong yang akan tergerus pembangunan jalan,” ungkap Camat kepada Radar Banten saat ditemui di kantor Camat Anyar, Selasa (17/7).

Namun, diakui Camat, pihaknya sampai saat ini belum menerima tembusan dari DPUPR terkait rencana pembebasan lahan permukiman dan lahan kosong milik warga. Dimungkinkan, kata Camat, DPUPR akan menggandeng Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk menentukan harga dan titik koordinat lahan. Ia menilai, pembangunan jalan Jaha-Cikoneng bisa memecahkan kemacetan arus lalu lintas yang masuk ke kawasan objek wisata Anyer. “Setiap hari Sabtu dan Minggu pasti macet banget di Anyer. Hadi, perlulah jalan dibangun supaya arus lalu lintas terpecah, sehingga mengurangi kemacetan,” ujarnya.

Menurut Camat, pembangunan jalan akan membutuhkan waktu cukup lama. Ia memperkirakan, jalan baru bisa dibangun tahun depan. “Pak Wakil (menyebut Wakil Bupati Pandji Tirtayasa-red) sih, inginnya cepat dibangun (Jalan Jaha-Anyar-red). Kemacetan bukan setiap libur panjang, tapi tiap minggu. Tahun ini kemungkinan perbaikan jalan dulu karena sudah rusak,” tukas mantan Camat Petir ini.

Terpisah, Kepala Seksi (Kasi) Perencanaan Teknis Jalan dan Jembatan DPUPR Kabupaten Serang Yadi Priyadi mengungkapkan, proyek pembangunan Jalan Jaha-Anyar sudah masuk tahap perencanaan, tinggal membuat desain konstruksi jalan. Kata Yadi, proyek membutuhkan anggaran besar, meliputi pembebasan lahan dan kontruksi. “Agar tidak terlalu kewalahan, kami akan mengajukan bantuan ke provinsi (menyebut Pemprov Banten-red). Semoga saja bisa membantu,” harap Yadi melalui sambungan telepon seluler.

Yadi mengaku, belum bisa memastikan jadwal pembebasan lahan dan pembangunan proyek. “Kemungkinan besar sih, dua sampai tiga tahunan lagi. Tapi, Pak Wakil inginnya cepet dibangun. Nanti, kita prioritaskan,” pungkasnya. (Adi/RBG)