Proyek Jalur Kereta Api Dikebut

0
1.255 views
Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin melambaikan tangan saat kunjungan ke Kabupaten Lebak menggunakan kereta api, Kamis (30/1). Pemerintah akan mempercepat proyek jalur KA di Banten.

SERANG – Tahun 2020 moda transportasi publik di Provinsi Banten terus dibenahi. Bahkan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan memprioritaskan pembenahan moda transportasi kereta api (KA).

Sekda Banten Al Muktabar mengatakan, ada dua proyek nasional untuk membenahi perkeretaapian di Banten. Pertama, proyek elektrifikasi rel KA lintas Rangkasbitung-Merak dan yang kedua reaktivasi jalur kereta api Rangkasbitung-Pandeglang.

“Untuk proyek elektrifikasi, mulai tahun ini dilakukan pembenahan jalur KA Rangkasbitung-Serang dan Serang-Merak,” kata Al Muktabar kepada Radar Banten seusai salat Jumat di Masjid Raya Al-Bantani, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten, Curug, Kota Serang, Jumat (31/1).

Al memaparkan, berdasarkan rencana Kemenhub, perbaikam jalur kereta api mulai dari Rangkasbitung-Serang hingga Merak dilakukan untuk meningkatkan kecepatan dan menambah jumlah perjalanan kereta rel diesel (KRD) atau kereta konvensional.

“Elektrifikasi baru bisa dilakukan bila jumlah perjalanan kereta api dari Rangkasbitung-Merak di atas 50 perjalanan. Saat ini jumlah perjalanannya masih di bawah 20 perjalanan dengan kecepatan 40 kilometer per jam,” ungkapnya.

Dengan diperbaikinya jalur kereta, lanjut Al, kecepatan kereta dari Rangkasbitung ke Merak bisa mencapai 70 kilometer per jam. “Semakin cepat laju keretanya maka semakin banyak jumlah perjalanannya. Bila sudah begitu, kereta konvensional bisa diganti kereta rel listrik (KRL),” urainya.

Selanjutnya, bila lebih dari 100 perjalanan, maka Kemenhub akan membangun double track jalur kereta api Rangkasbitung-Merak. “Bila perbaikan jalur kereta api rampung hingga 2022, insya Allah KRL lintas Rangkasbitung-Merak bisa diwujudkan paling cepat 2025,” tegasnya.

Sedangkan, proyek reaktivasi jalur KA Rangkasbitung-Pandeglang, lanjut Al, mulai 2020 dibangun konstruksi relnya. Sebab, 2019 sudah dilakukan pendataan jalur rel KA yang lama tidak aktif.

“Proyek reaktivasi jalur KA Rangkasbitung-Labuan dibagi dua segmen. Untuk segmen kesatu, yakni Rangkasbitung-Pandeglang, awal tahun ini dilakukan penertiban. Bangunan dan tempat permukiman warga yang berada di atas rel KA digusur dan diberikan kompensasi. Setelah itu, mulai dibangun konstruksinya,” ungkapnya.

Sementara segmen kedua, jalur KA Pandeglang-Labuan, tahun ini baru dilakukan pendataan, ditargetkan tahun depan dibangun konstruksinya. “Reaktivasi jalur KA Rangkasbitung-Labuan ditargetkan rampung pada 2022 mendatang,” tegasnya.

Al mengaku optimistis bila jalur KA Rangkasbitung-Labuan aktif kembali dan Rangkasbitung-Merak sudah dilalui KRL, maka pemerataan pembangunan di Banten bisa terealisasi. “Masyarakat akan mendapatkan nilai tambah ekonomi, kemudahan akses, dan seterusnya. Ekonomi kita akan terus berkembang bila angkutan massalnya semakin modern,” kata Al optimistis.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meninjau kondisi Stasiun Kereta Api di Kota Serang pertengahan Januari lalu. “Kita memang sengaja meninjau langsung Stasiun Serang untuk memetakan apa yang menjadi rencana kita ke depan. Makanya, dari sekarang harus dilakukan pemetaan yang baik agar selaras dengan pembangunan Jakarta,” katanya.

Untuk rencana jangka pendek, lanjut Budi, pihaknya akan melakukan perbaikan jalur kereta api mulai dari Rangkasbitung-Serang hingga Merak. “Perbaikan jalur kereta api untuk meningkatkan kecepatan dan menambah jumlah perjalanan KRD. Sebelum jadi kota metropolitan, pembangunan di Kota Serang kita petakan dulu,” paparnya.

Budi melanjutkan, kota-kota besar yang sudah modern seperti Jakarta, Bandung, Surabaya telah membuat stasiun menjadi tempat pertemuan antaran angkutan massal dengan angkutan yang biasa. “Nanti kita minta PT KAI mempersiapkan stasiunnya, tempat parkirnya, dan juga antarmodanya. Stasiun kereta api ke depan sebagai transit oriented development (TOD) karena lintas Serang-Merak akan kita elektrifikasi,” bebernya.

Untuk mewujudkannya, Budi meminta dua hal kepada pemerintah daerah. Pertama, menyiapkan antarmodanya, kedua menjadikan stasiun sebagai TOD. “Mestinya rute bus bisa sampai ke Stasiun Serang, ini nanti memudahkan masyarakat menggunakan angkutan massal,” tegas Budi.

Terkait reaktivasi jalur KA Rangkasbitung-Labuan, Budi mengaku optimistis bila 2020 sudah mulai dibangun konstruksi rel kereta api. “Memang banyak bangunan yang berdiri di atas rel KA Rangkasbitung-Labuan, sebab jalur itu sudah puluhan tahun tidak aktif. Kita tertibkan dulu,” tegasnya. (den/alt/ira)