Proyek Strategis Nasional di Banten Ubah Tata Ruang Daerah

0
595 views
Pembangunan jalan Tol Serang-Panimbang di Kampung Cisait, Desa Cisait, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang. Foto; Dok. Radar Banten

SERANG – Proyek strategis nasional (PSN) yang dilaksanakan pemerintah pusat di Banten berdampak pada tata ruang daerah. Karena itu pemerintah daerah harus mengubah tata ruang daerahnya menyesuaikan dengan PSN.

PSN di Banten antara lain Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung dan Jalan Tol Serang-Panimbang.

Kasubid Pemanfaatan Ruang Wilayah I Ahmad Saikhu mengatakan, permasalahan utama PSN adalah lokasi pembangunan yang belum tercantum dalam rencana tata ruang.

“Ini memang bagai pisau bermata dua, harus sinergi dengan tata ruang tapi harus mengakomodir PSN,” ujar Saikhu saat pembukaan workshop pengawasan teknis penyelenggaraan penataan ruang di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Banten di KP3B, Selasa (9/4).

Pj Sekda Banten Ino S Rawita mengakui dari 12 lebih PSN yang ada di Banten, ada proyek yang mengubah tata ruang Banten. “Kadang-kadang memang mengubah tata ruang. Misalnya yang tadinya tidak ada jalan tol, jadi ada jalan tol. Otomatis berubah,” tuturnya.

Namun, tambah Ino, yang perlu diperhatikan bukan adanya pembangunan jalan tol atau PSN yang dilaksanakan pemerintah pusat, tapi setelah adanya pembangunan terjadi perubahan di sekitarnya. Perubahan tata ruang akibat PSN disesuaikan dengan aturan yang ada. Apalagi perubahan tata ruang itu juga disesuaikan dengan permintaan pemerintah pusat dan tidak dilakukan secara serta merta.

“Tapi ada aturannya,” tegas Ino.

Direktur Pengendalian Pemanfaatan Ruang Dirjen Pengendlian Pemanfaatan Ruang dan Penguasaan Tanah Kementerian Agraria dan Tata Ruang Wisnubroto Sarosa mengatakan, PSN secara khusus sudah diatur dalam peraturan presiden. Secara tata ruang, PSN memungkinkan berbeda dengan rencana tata ruang wilayah (RTRW) yang sudah ada, baik itu kabupaten/kota maupun provinsi. Namun, fase peninjauan kembali akan diperhitungan.

Di Banten sendiri, tambahnya, rencana detail tata ruang (RDTR) yang merupakan turunan dari RTRW belum tersedia seluruhnya. Misalnya saja di jalan tol, pihaknya akan mengidentifikasi di gerbang tol untuk membuat RDTR. Kemudian, kawasan ekonomi khusus di Tanjung Lesung juga akan dibuatkan pengendalian lantaran selama ini setiap ada pembangunan baru, daerah sekitarnya terlupakan. “Padahal, kawasan yang berpengaruh juga harus difokuskan,” tutur Wisnu.

Kata dia, Tanjung Lesung menjadi salah satu prioritas pembuatan RDTR. Lantaran daerah tersebut dihantam bencana tsunami pada akhir 2018 lalu. (Rostinah)

BACA selengkapnya di koran Radar Banten atau versi digital di epaper.radarbanten.co.id. Saksikan juga di Banten Raya TV pada program SELAMAT PAGI BANTEN (07.00 WIB), BANTEN SIANG (13.00 WIB), BANTEN PETANG (17.00 WIB) dan BANTEN MALAM (21.00 WIB) di channel 50 UHF/702 MHz, atau melalui streaming www.barayatv.com/live.