Proyek Tol Kunciran-Cengkareng Terus Dikebut

Wakil Walikota Tangerang Sachrudin (empat dari kanan) mengikuti rapat progres proyek tol ruas Kunciran-Serpong di Gedung Bina Graha, Jakarta, Jumat (10/1).

TANGERANG – Pembangunan proyek tol Kunciran-Cengkareng terus dikebut. Saat ini, ada ratusan bidang lahan yang akan digunakan masih perlu dibebaskan. Wakil Walikota Tangerang Sachrudin yang dihubungi Minggu (12/1) mengaku dalam rapat pembahasan progres pembangunan Jalan Tol Kunciran-Cengkareng di Gedung Bina Graha, Kantor Staf Presiden, Jl. Veteran No. 16, Jakarta Pusat, Jumat (10/1) lalu membahas beberapa poin. Di antaranya progres pembebasan lahan dan pekerjaan konstruksi, percepatan pengadaan tanah untuk aset pemerintah dan status relokasi Puskesmas Pembantu (Pustu) Cipete.

Dalam rapat itu, lanjut Sachrudin, turut hadir perwakilan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Agraria Tata Ruang (ATR), Badan Pertanahan Nasional (BPN), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kejaksaan Agung (Kejagung), PT. Jasamarga Kunciran Cengkareng (JKC), serta PT. Wijaya Karya.

Sachrudin menjelaskan terkait Puskesmas Pembantu (Pustu) Cipete telah selesai pemilihan lokasinya dan tinggal menunggu proses relokasi. “Tinggal percepatan penyelesainannya saja, untuk Pustu Cipete lokasi tanah penggantinya sudah ada,” ungkapnya.

Terkait percepatan pengadaan tanah untuk aset pemerintah atau tanah bengkok, pihak Kementerian PUPR akan segera melakukan penggantian aset. “Sudah kami sampaikan ke BPN. Karena tanah bengkok ini milik kami, jadi tidak boleh ada bangunan sama sekali. Kemudian juga nanti akan ada penggantian aset dari Kemen PUPR,” pungkasnya.

Sementara itu, Plt. Deputi I Kepala Staf Kepresidenan Leonardi menerangkan progres konstruksi Jalan Tol Kunciran-Cengkareng sudah mencapai 75 persen dan diharapkan dapat selesai paling lambat Juni 2020. Sementara, untuk pembebasan lahan juga ditargetkan paling lambat Februari 2020. “Tersisa 386 bidang lahan yang belum dibebaskan. Ini harus segera kita kejar targetnya, karena menyambungkan wilayah Kota Tangerang dengan wilayah barat Jakarta dan Bandara Internasional Soetta bisa mengurangi beban volume di JORR II hingga Cibitung,” katanya. (one/asp)