Proyek Tol Serang-Panimbang Dilanjutkan

0
1.277 views
Ruas Tol Serang-Panimbang yang sebagian jalan sudah dibeton berada di Kampung Cisait, Desa Cisait, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang.

Karyawan Proyek Negatif Corona

SERANG – Proyek pembangunan konstruksi Tol Serang-Panimbang (Serpan) kembali dilanjutkan. Proyek strategis nasional (PSN) ini sempat dihentikan selama 14 hari lantaran satu pekerjanya berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Awal April lalu, karyawan badan usaha yang menangani proyek investasi Jalan Tol Serpan sempat berstatus PDP virus corona.

Namun, setelah melalui pemeriksaan swab di RSUD Banten, karyawan PDP tersebut dinyatakan negatif virus corona. Sehingga proyek pembangunan kontruksi Tol Serpan dilanjutkan kembali mulai 23 April 2020.

Direktur Utama PT WIKA Serang-Panimbang Mulyana membenarkan bila proyek pembangunan Tol Serang-Panimbang Seksi I (Serang – Rangkasbitung sepanjang 26,50 Km) sempat dihentikan sementara, sebagai upaya pencegahan virus corona.

“Penghentian sementara pembangunan kontruksi selama 14 hari, tidak sampai merubah target pembangunan kontruksi Seksi 1 yang harus rampung Desember 2020 mendatang,” kata Mulyana kepada Radar Banten melalui sambungan telepon, Kamis (23/4).

Ia menambahkan, awal April lalu sejumlah karyawan terindikasi terjangkit virus corona, namun hanya satu karyawan yang berstatus PDP. “Untuk mencegah terjadinya penularan virus corona, kami menyampaikan laporan ke pemerintah pusat. Tapi, Alhamdulillah karyawan kami dinyatakan negatif virus corona. Untuk lebih jelasnya, silakan konfirmasi ke Pak Bambang (Manajer Umum-red) ya,” tutur Mulyana.

Dikonfirmasi, Manajer Bidang Human Capital dan Umum PT WIKA Serang-Panimbang Bambang Yogaswara menjelaskan, awal April ada sejumlah karyawan PT WSP yang mengalami gejala terjangkit virus corona, namun setelah diperiksa ke Rumah Sakit Pusat Rujukan Covid-19 Provinsi Banten, hanya satu karyawan dinyatakan PDP.

“Menindaklanjuti status PDP satu karyawan, Dirut PT WSP melaporkan hal itu kepada Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT-red) Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Sesuai dengan ketentuan yang ada, per tanggal 8 April proyek dihentikan sementara selama 14 hari hingga 22 April sambil menunggu hasil swab keluar,” ujarnya.

Ia melanjutkan, pertengahan April hasil swab karyawan PDP keluar dimana hasil pemeriksaannya negatif virus corona. Menindaklanjuti itu, PT WSP kembali berkirim surat ke BPJT pada 21 April 2020 untuk melaporkan rencana dilanjutkannya proyek pembangunan kontruksi.

“Karena tidak ada karyawan PT WSP yang positif virus corona, mulai hari ini (kemarin-red) proyek pembangunan kontruksi dilanjutkan kembali,” ungkap Bambang.

Sebelum dihentikan sementara pada 8 hingga 22 April, lanjut Bambang, progres pembangunan kontruksi Tol Serpan Seksi 1 telah mencapai 57,31 persen.

“Meskipun sempat dihentikan selama 14 hari, kami optimis pembangunan kontruksi bisa rampung akhir Desember 2020 sesuai target. Sebab PT WSP akan melakukan program percepatan pembangunan kontruksi, dan selama ramadhan tetap beraktifitas normal,” tuturnya.

Terkait informasi yang menyebutkan penghentian sementara proyek pembangunan kontruksi Tol Serpan mulai 16 April hingga akhir April 2020, Bambang mengaku informasi itu keliru. ”Ada misskomunikasi, yang benar adalah dihentikan sementara sejak 8 hingga 22 April,” ungkapnya.

Plt Kepala Biro Bina Infrastruktur Nana Suryana mengatakan, pandemi Covid-19 ini secara langsung ataupun tidak mempengaruhi pekerjaan kontruksi lantaran adanya pemberlakukan social distancing dan physical distancing. “Itu berpengaruh. Baik ke lapangan, maupun sosialisasi dan musyawarah dengan masyarakat,” ujarnya.

Pria yang menjabat sebagai Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten ini mengaku progres pembangunan memang sedikit terhambat. Hingga saat ini, ia hanya baru mendapat informasi pemberhentian sementara selama 14 hari di proyek Tol Serpan. Sedangkan di pekerjaan lainnya tak ada.

“Target memang bisa mundur, tapi kalau kondisi sudah normal bisa dilakukan percepatan,” tutur Nana.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menghentikan sementara pekerjaan pembangunan konstruksi Jalan Tol Serpan dalam rangka pencegahan Covid-19. Keputusan tersebut berdasarkan pertimbangan atas laporan adanya satu orang karyawan di lokasi proyek yang berstatus PDP.

Penghentian sementara konstruksi Tol Serpan diberikan selama 14 hari berlaku sejak pengajuan surat usulan penghentian sementara oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga mendapat persetujuan Menteri PUPR.

“Salah satu poin penting yang diinstruksikan Menteri PUPR adalah penyelenggaraan jasa konstruksi dapat diberhentikan sementara akibat keadaaan kahar,” dikutip dari keterangan tertulis Kementerian PUPR, Rabu (22/4).

Berdasarkan data PT WSP, saat ini tengah dikerjakan pembangunan pada Seksi 1 dengan progres konstruksi 57,31 persen. Secara keseluruhan Jalan Tol Serang – Panimbang ditargetkan dapat beroperasi pada 2022.

Jalan Tol Serang-Panimbang memiliki panjang 83,67 Km yang terbagi menjadi 3 Seksi, yakni Seksi 1 Ruas Serang – Rangkasbitung (26,50 Km), kemudian Seksi 2 Ruas Rangkasbitung – Cileles (24,17 Km), dan Seksi 3 Ruas Cileles – Panimbang (33 Km). Pembangunannya dikerjakan dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan nilai investasi sebesar Rp 5,33 triliun terdiri dari Seksi 1 – 2, porsi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) oleh PT WSP dan Seksi 3 porsi Pemerintah. (den-nna/nda)