SERANG – Proyek pembangunan tol Serang-Panimbamh oleh PT Wijaya Karya Serang Panimbang sudah memasuki tahap konstruksi. Saat ini, perusahaan tersebut sedang melakukan pembersihan atau clearing di lahan yang telah dibebaskan di Kabupaten Serang.

Proyek penghubung daerah Banten bagian selatan tersebut ditarget selesai pada November 2019 mendatang.

Direktur Utama PT Wijaya Karya Serang Panimbang Entus Asnawi Mukhson menjelaskan, dengan sisa waktu yang ada, pihaknya meyakini proyek tersebut akan selesai.

“Satu tahun cukup untuk pembangunan fisik, yang lama di pembebasan lahannya,” kata Entus di kantornya di Kota Serang, Kamis (22/2).

Pembanguna fisik tol sendiri tidak sepenuhnya dilakukan oleh investor. Dari total 83,677, hanya 50,677 KM yang digarap investor, sisanya oleh pemerintah.

Soal lahan, proses pembebasan lahan proyek tol Serang-Panimbang masih belum rampung secara keseluruhan. Dari 51 desa di tiga kabupaten kota yang dilalui salah satu proyek strategis nasional tersebut, baru 11 desa yang sudah dilakukan pembayaran.

Diketahui, jalur tol Serang-Panimbang sepanjang kilometer melintasi Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, dan Kabupaten Lebak.

Di Kabupaten Serang, ada 16 desa yang dilalui, dan hingga hari ini baru delapan desa yang sudah dilakukan pembayaran untuk tanah yang akan menjadi lokasi jalan tol. Di Kabupaten Lebak, dari 20 desa baru tiga desa yang telah dibayar. Sedangkan Kabupaten Pandeglang, dari 15 desa tidak ada satupun yang sudah dibayar.

Sebagian tanah sudah dalam status siap bayar, sebagian lagi belum dimusyawarhkan, diappraisal, dan masih sengketa. “Kan tahapan pembebasan lahan itu, pertama identifikasi dan inventarisasi, kemudian diumumkan, lalu diappraisal, dan hasilnya di bawa musyawarah, setelah itu baru dilakukan pembayaran,” paparnya.

Dijelaskan Entus, dalam proses pembebasan lahan, pihaknya menghadapi sejumlah masalah, misalnya ketidak lengkapan dokumen, tanah wakaf, dan tanah yang masih sengketa.

“Masalah-masalah rata-rata hampir semua kabupaten misalnya ada masjid tapi bukan tanah wakaf, kemudian makam, relokasi SD SMP, tapi ini semua sudah berjalan,” katanya.

Proses pembebasan lahan ini ditarget selesai pada Juni 2018 mendatang. Untuk membayar seluruh lahan, PT Wijaya Karya Serang Panimbang menyiapkan anggaran sebesar Rp 1,5 triliun.

Karena itu, selaku pihak perwakilan kontraktor, Entus berharap agar pemerintah membantu proses pembebasan lahan tersebut agar setiap tahapan proyek bisa berjalan sesuai waktu yang telah terjadwal.

Menurut Entus, proyek ini bisa mendorong perkembangan ekonomi di Banten bagian selatan karena akses akan menjadi lebih mudah dan akan ada pusat-pusat perekonomian baik yang dibangun pemerintah maupun investor lainnya. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)