Proyek Tol, Warga Keluhkan Dinding Rumah Retak

TUNJUNGTEJA – Warga Kampung Cigobang, Desa Kemuning, Kecamatan Tunjungteja keluhkan dampak pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang. Akibat pembangunan tol, tembok rumah warga retak.

Pantauan Radar Banten, Rabu (13/11) siang di Kampung Cigobang, Desa Kemuning, sejumlah rumah warga yang masih tampak kokoh terdapat beberapa retakan di dinding kamar.

Warga Kampung Cigobang Solehudin mengaku, kondisi rumahnya yang baru dibangun awal Oktober lalu, mengalami keretakan akibat dampak penanaman paku bumi atau beton pancang pada pembangunan tol Serang-Panimbang. “Pokoknya mah getarannya sudah kayak gempa, bum-bum,” kata Solehudin kepada Radar Banten.

Dijelaskan Solehudin, pemasangan beton pancang biasanya dilakukan dari pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB. Dilanjutkan malam hingga pagi. “Bukan cuma rumah saya yang retak, rumah warga lainnya juga pada retak,” katanya.

Solehudin mengaku, ia dan sejumlah warga pernah mendatangi pihak Pelaksana Pembangunan Tol Serang-Panimbang dan membuat surat perjanjian terkait penggantian kerugian warga, namun sampai sekarang belum ada itikad baik dari pihak Pelaksana Pembangunan. “Jangan sampai warga semakin memanas, semoga segera ada respon dari pihak Pelaksana Pembangunan Tol,” harapnya.

Sementara itu, Humas PT Wijaya Karya (WIKA) Heri Nariyan, belum bisa dikonfirmasi. Nomor telepon yang dihubungi tidak aktif. (Haidar)