PSBB di Tangerang Diperpanjang

Bupati Tangerang A Zaki Iskandar saat rapat koordinasi dan evaluasi pelaksanaan PSBB di Pemkab Tangerang, Selasa (28/4).

TIGARAKSA–Bupati Tangerang A Zaki Iskandar mengisyaratkan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayahnya akan diperpanjang. Sanksi bagi pelanggar PSBB juga akan ditingkatkan agar menimbulkan efek jera. Demikian hasil rapat koordinasi dan evaluasi pelaksanaan PSBB di Pemkab Tangerang, Selasa (28/4).

Rapat yang digelar melalui video conference (vicon) diikuti unsur Forkopimda, Wakil Bupati Tangerang Mad Romli, Sekda Moch Maesal Rasyid, para Asda dan seluruh camat se-Kabupaten Tangerang.

Menurut Zaki rapat menyepakati PSBB akan diperpanjang sesi ke dua mulai Sabtu (2/5) mendatang mulai pukul 00.01 WIB. Soal sanksi bagi pelanggar PSBB lebih menekankan kepada penindakan hukum yang humanis yang membuat efek jera bagi masyarakat.

“Karena pada PSBB sesi pertama, sanksinya lebih kepada edukasi, sosialiasi dan penyebaran informasi kepada masyarakat,” lanjut Zaki.

Pria ramah senyum ini juga menekankan peningkatan dan optimalisasi terhadap kinerja petugas di titik check point. Terutama di jalan tol Jakarta-Merak dan beberapa pintu tol serta beberapa titik check point di sejumlah wilayah.

“Untuk PSBB sesi ke dua ini diharapkan lebih ketat lagi dan membuat masyarakat lebih disiplin lagi dalam penerapan PSBB,” tegas Zaki.

Di PSBB sesi kedua ini nanti, petugas akan dimaksimalkan melakukan wawaran kepada masyarakat dan meningkatkan frekfensi patroli keliling di sore hari menjelang berbuka puasa

Dandim 0510 Tigaraksa Letkol Inf Parada Warta Nusantara Tampubolon menyampaikan ada tiga poin yang menjadi bahan evaluasi pelaksanaan PSBB sesi pertama.

“Bila penerapan PSBB tahap dua harus dilakukan penambahan check point di beberapa titik. Terutama pintu keluar tol Balaraja karena potensi pelanggaran cukup tinggi dan kedua perilaku masyarakat juga harus diperhatikan,” katanya.

Kapolresta Tangerang AKBP Ade Ary Syam mengatakan selama pelaksanaan PSBB sesi pertama pihaknya mencatat berbagai pelanggaran selama 10 hari. Setelah direkap, ada 4224 warga yang tidak menggunakan masker. Sedangkan kendaraan yang masuk lewat perbatasan cukup banyak.

“Perlu tingkatkan pemberdayaan gugus tugas tingkat RW/RT untuk kampanyekan penanganan Covid-19 dari rumah ke rumah. Ini sangat membantu pencegahan. Saya tetap optimis dengan melibatkan masyarakat bergotong royong pelaksanaan PSBB akan berhasil pencegahan Covid-19,” kata Ade.

Wakil Bupati Tangerang H Mad Romli mengakui masyarakat banyak yang masih belum paham akan peraturan PSBB. “Untuk itu, Saya mengimbau kepada petugas PSBB untuk lebih tegas lagi dan melakukan patroli untuk menyisir warga yang masih bandel sekaligus memberikan pemahaman kembali tentang PSBB,” ujar Mad Romli. (asp)