PSBB Kota Serang Diperpanjang

0
343 views
Petugas melakukan pemeriksaan suhu badan bagi pengendara di Jalan Raya Pandeglang-Serang, Palima, Kota Serang, Kamis (10/9)

SERANG – Pemkot Serang kembali memperpanjang penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) hingga 20 Oktober 2020. Perpanjangan ini mengikuti kebijakan Gubernur Banten yang tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur Banten Nomor 443/Kep.214-Huk/2020.

Pemkot Serang menerapkan PSBB jilid kedua mulai dari 28 September hingga 11 Oktober 2020. Data Dinkes Kota Serang, Minggu (11/10) jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sejak Maret 2020 berjumlah sebanyak 306 orang. Jumlah itu terdiri atas 26 orang dirawat di rumah sakit dan 138 orang diisolasi. Kemudian, 131 orang dinyatakan sembuh dan 11 orang meninggal.

Walikota Serang Syafrudin mengatakan, pertimbangan perpanjangan PSBB karena jumlah kasus Covid-19 di Serang masih terus bertambah dan Instruksi Gubernur Banten. “Sesuai dengan instruksi Pak Gubernur, terakhir itu sampai tanggal 20 Oktober,” ujar Syafrudin kepada wartawan, Minggu (11/10).

Kata Syafrudin, PSBB di seluruh Banten diterapkan selama sebulan mulai dari 21 September hingga 20 Oktober 2020. Tapi secara teknis penerapan PSBB diserahkan ke tiap kepala daerah. “PSBB ini kewenangannya di masing-masing daerah yang memutuskan. Tapi, kami ikut instruksi Gubernur,” katanya.

Syafrudin menjelaskan, PSBB lanjutan ini menitikberatkan pada pencegahan dan penanganan. Ia mengatakan, langkah ini diambil karena dinilai efektif menekan laju perkembangan kasus Covid-19 di Kota Serang. “Tracing dan test swab kita utamakan. Lainnya melakukan penyemprotan bio disinfektan,” jelasnya.

Terpisah, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, W Hari Pamungkas mengatakan, pengetatan protokol kesehatan pada PSBB jilid kedua dinilai efektif mengendalikan kasus Covid-19. “Pengetatan protokol kesehatan dengan terus gencarnya operasi yustisi yang dilakukan sangat efektif dibandingkan check point,” katanya.

Dikatakan Hari, dalam dua pekan pelaksanaan PSBB jilid kedua, masyarakat Ibukota Provinsi Banten kini sudah mematuhi protokol kesehatan. Kata dia, jumlah tes swab sudah mencapai 84 persen dari target WHO yakni 1 persen dari jumlah penduduk. “Dalam dua pekan ini kasus menurun, meskipun masih ada kasus yang didominasi dari klaster keluarga,” terangnya.

“Apabila kasus Covid-19 bisa nihil dalam dua pekan, maka penerapan
PSBB akan dihentikan,” tambah Hari. (fdr/air)