PSBB Tangerang Raya Diperketat

0
2237

TANGERANG – Jumlah kasus aktif Covid-19 di Indonesia tembus lebih dari 110 ribu pada Desember 2020. Angka itu melonjak tajam dari bulan sebelumnya yang berkisar di angka 54 ribu.

Terkait melonjaknya kasus itu, Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Airlangga Hartarto, menegaskan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) diperketat di Pulau Jawa-Bali.

Sementara Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbicara mengenai antisipasi karantina wilayah atau lockdown.  Jokowi mengatakan, sejumlah negara telah menempuh kebijakan lockdown. Ia meminta para menteri untuk bekerja keras menangani pandemi agar Indonesia tak memilih jalan yang sama.

“Dua hari lalu London lockdown, Tokyo sama. Bangkok yang dekat-dekat kita juga lockdown. Terakhir, kemarin bukan hanya London saja, tapi Inggris juga,” kata Jokowi dalam rapat terbatas bersama sejumlah menteri di Istana Negara, Jakarta, Rabu (6/1).

“Hati-hati, jadi catatan kita semuanya jangan sampai terjadi lonjakan yang sangat drastis sehingga kita dipaksa untuk melakukan,” sambungnya.

Jokowi  meminta anak buahnya untuk kembali menggencarkan kampanye protokol kesehatan. Jokowi memerintahkan Satgas membuka komunikasi publik secara jelas lewat media massa.

Sementara itu, Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Airlangga Hartarto, membeberkan kriteria pembatasan kegiatan masyarakat di Pulau Jawa dan Bali yang dibuat pemerintah (lihat grafis).

“Penerapan pembatasan secara terbatas dilakukan di provinsi Jawa-Bali, karena di seluruh provinsi tersebut memenuhi seluruh parameter yang ditetapkan,” katanya saat menggelar jumpa pers, Rabu (6/1).

Di Pulau Jawa, Banten, Jakarta, hingga Jogjakarta memenuhi kriteria pembatasan tersebut. Di DKI Jakarta, keterisian tempat tidur sudah mencapai di atas 70 persen. Begitu juga Banten sudah di atas 70 persen. Kemudian, di Jogjakarta, jumlah kasus aktif sudah di atas rata-rata nasional.

“DKI Jakarta bed occupancy rate-nya di atas 70%, untuk Banten bed occupancy rate di atas 70 persen, kasus aktif di atas nasional, kesembuhan di bawah nasional, kemudian Jawa Barat bed occupancy rate di atas 70%, Jawa Tengah bed occupancy rate di atas 70%, kasus aktif di atas nasional, kemudian kesembuhan di bawah nasional. Jogjakarta bed occupancy rate di atas 70%, kasus aktif di atas nasional, kemudian kesembuhan di bawah nasional, kemudian Jawa Timur bed occupancy rate di atas 70%, kemudian tingkat kematian juga di atas nasional,” papar dia.

Airlangga mengatakan penerapan di masing-masing daerah akan ditentukan oleh pemerintah daerah. Penerapan pembatasan tersebut dilakukan sesuai dengan arahan Presiden Jokowi.

“Pemerintah mendorong bahwa pembatasan ini dilakukan pada tanggal 11 Januari sampai dengan 25 Januari dan pemerintah akan terus melakukan evaluasi,” ujarnya.

Namun PSBB diperketat ini tidak dilakukan di seluruh kabupaten kota yang berada di Pulau Jawa dan Bali. Pembatasan diterapkan sesuai dengan parameter yang telah dibuat pemerintah.

PSBB DAN PSBL

Menanggapi PSBB diperketat di Tangerang Raya, Walikota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, Pemkot Tangerang sudah memperketat PSBB sebelum ada instruksi dari pemerintah pusat.  Bukan hanya PSBB diperketat, di Kota Tangerang juga sudah diberlakukan  Pembatasan Sosial Bersekala Lingkungan (PSBL) 13 kecamatan.

Kata Arief, dengan PSBB dan PSBL  penanganan penyebaran Covid-19 dapat teratasi secara  perlahan walaupun saat ini Kota Tangerang kembali masuk zona merah.

“Dari awal penyebaran virus corona, kita sudah melaksanakan PSBB sesuai instruksi gubernur. Dari mulai awal sampai saat ini, kami terus melakukan PSBB  ditambah PSBL,” ujarnya saat ditemui Tangerang Ekspres (grup Radar Banten), Rabu (6/1).

Dalam PSBB dan PSBL mengatur tempat  berkumpulnya warga, mulai dari restoran, rumah makan, pusat perbelanjaan dan tempat hiburan seperti bioskop untuk tidak beroperasi  sementara.

“Untuk tempat makan, restoran dan pusat perbelanjaan kita batasi jam oprasionalnya  sampai dengan pukul 19.00 WIB. Tidak lupa kita atur dengan penerapan prokol  kesehatan seperti jaga jarak, tempat cuci tangan serta wajib menggunakan  masker,”paparnya.

Pegawai Pemkot Tangerang diberlakukan  WFH dengan aturan 75 persen WFH dan 25 persen bekerja  di kantor.   “Untuk yang WFH pegawai yang sedang hamil dan kurang enak badan, jadi mereka diberikan keringanan dengan tetap bekerja di rumah.  Untuk pelayanan, kita atur dengan cara bergantian, ada yang WFH dan ada yang di  kantor,” ungkapnya.

Sementara Wakil Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengutarakan, memang terjadi lonjakan kasus Covid-19 di Tangsel karena disiplin masyarakat mulai menurun.

Sampai Rabu (6/1) pukul 17.00 WIB di Kota Tangsel tercatat  ada 3.915 kasus terkonfirmasi positif dan penambahan 52. Angka kesembuhan 3.303 dengan penambahan 28, dirawat 415 dan penambahan 19, serta meninggal 197 dengan penambahan 5.

“Penyebabnya karena masih banyak masyarakat mengabaikan ini. Jadi semuanya perlu menyampaikan pesan memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan menghindari kerumunan,” ujarnya.

Terpisah, Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Tangerang Hendra Tarmidzi mengatakan, jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Tangerang membengkak yang menyebabkan kamar isolasi di rumah sakit dan Hotel Singgah Yasmin terisi lebih dari 90 persen.

Menurutnya, dengan kapasitas ruang isolasi yang ada, sudah tidak cukup lagi menampung pasien Covid-19. “Untuk tempat tidur pasien di rumah sakit pun sudah ditambah hingga seratus lebih dari jauh-jauh hari. Di Yasmin juga penuh, masyarakat yang mau menjalani perawatan di Yasmin juga harus antre,” katanya.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Serang W Hari Pamungkas mengatakan, pihaknya masih menunggu regulasi dari pemerintah mengenai PSBB diperketat. “Pemkot menunggu dari Pemprov Banten,” terangnya.

Terkait lonjakan kasus di Kota Serang, Hari mengatakan, tidak mengalami kenaikan signifikan. Kenaikan signifikan malah terjadi  akhir November hingga Desember 2020. “Kalau dampak dari cuti (liburan-red) akhir tahun, kita lihat seminggu ke depan,” ujar Hari.

WFH selain diterapkan di Tangerang Raya, Pemkot Cilegon juga masih akan memberlakukan kembali WFH. Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Cilegon Aziz Setia Ade Putra menjelaskan, Walikota Cilegon Edi Ariadi akan membuat surat edaran. WFH ini, kata Aziz, diberlakukan lagi karena kasus Covid-19 di Cilegon mengalami peningkatan.

Berdasarkan data dari Gugus Tugas, sudah lebih dari 1.800 kasus Covid-19 di Kota Cilegon, dan yang masih dirawat sebanyak 139 orang dan 77 meninggal dunia.

Sedangkan kasus Covid-19 di Kabupaten Serang per Rabu (6/1) mencapai 1.583 kasus. Dari jumlah itu, sebanyak 72 orang masih dirawat di rumah sakit, 249 orang melakukan isolasi mandiri, 1.213 sudah dinyatakan sembuh, dan 49 orang meninggal dunia. (ran-bud-sep-bam-jek-fdr-dtc-cnnindonesia/alt)