PSBB Tangerang Raya Diperpanjang Sampai 19 Desember

0
349 views

CIPUTAT – Pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di wilayah Tangerang Raya diperpanjang hingga 19 Desember. Ini mengacu keputusan Gubernur Wahidin Halim beberapa waktu lalu.

Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan, PSBB kembali diperpanjang karena presentasi PSBB masih belum ideal. “Saat ini kesadaran protokol kesehatan masyarakat baru mencapai 79 persen masih jauh dari angka ideal yaitu 90 persen,” ujarnya.

Airin menambahkan, sebenarnya angka tersebut mengalami kenaikan dari periode sebelumnya yang hanya mencapai 73 persen. Selain itu, menjelang akhir PSBB tahap sebelumnya jumlah kasus cenderung naik. “Ini disebabkan karena banyak masyarakat yang tidak disiplin serta tidak patuh terhadap imbauan protokol kesehatan,” tambahnya.

Ibu dua anak ini memastikan jika seluruh kegiatan dengan melibatkan banyak orang harus dibatasi. Hal ini dilakukan untuk mencegah kluster baru dan menambahkan kasus baru terhadap jumlah kasus Covid-19 di kota pemekaran dari Kabupaten Tangerang ini.

Tak hanya itu, sosialisasi sosialisasi terkait protokol kesehatan juga harus terus dilakukan. Secara masif pemeritah terus memberikan edukasi serta rekomendasi dan pertimbangan zona merah untuk Kota Tangsel. Kemudian semua fasilitas pelayanan kesehatan juga ditambahkan.

Sementara itu, Walikota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, Pemkot Tangerang akan terus berupaya keras menekan angka penyebaran Covid-19 di Kota Tangerang, karena sampai saat ini Kota Tangerang masih dalam zona orange. “Tujuan PSBB ini demi kebaikan masyarakat, mengingat pandemi Covid-19 masih terjadi dan di khawatirkan akan ada penyebaran jika tidak dilakukan antisipasi,” ujarnya saat ditemui Tangerang Ekspres (Radar Banten Gorup) di Puspemkot, Jumat (20/11).

Arief menambahkan, masih ada masyarakat Kota Tangerang yang terinfeksi, meskipun jumlahnya sudah berkurang. Dinas Kesehatan Kota Tangerang, masih terus melakukan deteksi dini penyebaran Covid-19. (ran-bud/air)