Suasana mediasi antara sopir PT AWN, Disnaker dan Komisi II DPRD Cilegon

CILEGON – Kalangan sopir truk PT Aditya Wahana Nusa (AWN) kecewa karena perusahaan terminal aspal curah itu tak menghadiri mediasi yang difasilitasi Komisi II DPRD Cilegon, Selasa (12/1/2016). Menurut rencana, mediasi itu akan membahas persoalan terkait dengan upah yang dibawah standar UMK, jaminan kesehatan dan status kerja mereka. “Harapan kami, PT AWN itu ada di sini agar bisa menerangkan. Karena yang mereka lakukan itu adalah kejahatan pada buruh,” ujar Ketua DPC Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan (FSPKEP) Kota Cilegon Rudi Sahrudin.

Diberitakan sebelumnya, lantaran persoalan yang tak kunjung mendapatkan titik temu, kalangan sopir sejak beberapa hari yang lalu melakukan aksi mogok. Akibatnya, operasional truk pengangkut aspal curah milik perusahaan lumpuh. “Sopir yang juga bagian dari buruh ini tidak neko-neko. Yang penting ada kejelasan upah yang sesuai dengan aturan UMK, statusnya juga terserah. Apakah PKWT ataupun PKWTT, tapi harus ada kejelasan,” katanya.

Mediasi itu juga melibatkan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Cilegon. Menanggapi ketidakhadiran manajemen PT AWN itu,

Wakil Ketua Komisi II DPRD Cilegon Isro Miraj geram. Mediasi yang semula dijadwalkan berlangsung pada pukul 10.00 WIB, ia putuskan untuk tetap berlangsung seraya menunggu kedatangan manajemen PT AWN. “Tentu hal ini (ketidakhadiran PT AWN) akan kita tindak tegas kepada perusahaan yang tidak kooperatif,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, mediasi itu terus berlangsung. (Devi Krisna)