Ketua DPRD Banten Asep Rahmatullah menerima aspirasi warga Bayah di ruang kerjanya.

SERANG – PT. Cemindo Gemilang selaku produsen Semen Merah Putih rutin melakukan perbaikan jalan di sekitar pabrik yag berada di Kecamatan Baya, Kabupaten Lebak tersebut. Selain itu, dengan program corporate Social Responsibility (CSR)nya PT. Cemindo Gemilang pun mengaku kerap melakukan peningkatan kualitas jalan dan pembuatan jalan alternatif.

Hal tersebut diungkapkan oleh Humas PT. Cemindo Gemilang Sigit Indrayana kepada Radar Banten Online melalui pesan singkat hari ini, Kamis (13/4).

“Cemindo Gemilang selaku produsen Semen Merah Putih menaruh perhatian terhadap sarana infrastruktur jalan raya, baik ruas jalan Kabupaten, Provinsi & Nasional,” ujar Sigit melalui pesan singkat elektronik atau SMS.

Menurut Sigit distribusi hasil produksi pabrik Semen Merah Putih di Kecamatan Bayah, berupa clinker dan semen 70% melalui laut dan  hanya 30% yang melalui jalan raya. “Kita rutin melakukan maintenance jalan di lingkungan Pabrik, sebagai bentuk kepedulian sosial,” jawab Sigit saat dimintai tanggapan terkait tudingan warga yang menyebut kerusakan jalan akibat lalu lintas truk pabrik tersebut.

Sebelumnya, sejumlah warga dari Desa Pamubulan, Kecamatan Bayah,  Kabupaten Lebak pagi tadi mendatangi DPRD Provinsi Banten.  Di hadapan Ketua DPRD Banten Asep Rahmatullah, mereka mengeluhkan beberapa aktivitas PT Cemindo Gemilang di Bayah.

Warga menuding kendaraan besar yang beraktivitas untuk kepentingan Semen Merah Putih telah merusak jalan nasional hingga rusak parah. Mislanya,  jalan Bayah – Cibareno sepanjang 14 kilometer kondisinya jalan rusak, berdebu, licin, dan rawan kecelakaan.

“Karena akses jalan nasional Bayah-Cibareno merupakan akses vital bagi masyarakat Bayah dan umumnya masyarakat Lebak. Jalan Bayah-Cibareno merupakan jalan antar lintas Provinsi Banten-Jawa Barat. Sudah hampir 4 tahun kondisi kerusakan jalan nasional tersebut rusak parah dan tidak kunjung diperbaiki, bahkan pihak perusahaan malah menambah kerusakan jalan oleh kendaraan material bahan baku semen dari area tambang quarry II ke area tambang quarry I,” kata Ketua Karang Taruna Desa Pamubulan Ludin, Kamis (13/4), saat bertemu Ketua DPRD Banten Asep Rahmatullah.

Dalam kesempatan tersebut, warga menuntut sejumlah hal, beberapa diantarnaya yaitu menuntut perusahaan untuk membuat jalan khusus aktivitas perusahaan, pemberian konpensasi kepada masyarakat, dan memperkerjakan masyarakat lokal. (Bayu Mulyana / coffeandchococake@gmail.com)