Sejumlah pekerja mulai menggali lokasi ledakan pipa.

MERAK – Manajemen PT Dover Chemical akhirnya angkat bicara terkait dengan insiden ledakan pipa kimia yang terjadi di Jalan Raya Merak, Lingkungan Gerem Raya RT 03 RW 04, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Senin (18/1/2016) sore lalu.

Manager Human Resources and General Affair PT Dover Chemical Dade Suparna mengakui bahwa ledakan yang sempat membuat panik warga itu berasal dari pipa milik perusahaannya. “Ledakan itu terjadi pada saat kita sedang melakukan flushing, yaitu proses pengeringan pipa dengan menggunakan uap dari kompressor. Jadi tidak ada material kimia pada saat itu,” ujarnya kepada Radar Banten Online, Selasa (19/1/2016) sore.
Pipa jenis High Density Polyethylene (HDPE) itu, kata dia, selama ini digunakan perusahaan untuk pasokan material kimia dari tangki kimia yang terdapat di antara Depot A ke Depot B PT Dover Chemical yang hanya berjarak sekira 500 meter. “Di lokasi kejadian itu kita memiliki empat pipa, cuma salah satu pipanya meledak. Saat ini akan segera kita ganti, dan kita pastikan bahwa dampak dari kejadian itu tidak ada material kimia yang keluar,” imbuhnya.
Hingga saat ini, lanjut Dade, pihaknya belum dapat menyimpulkan nilai kerugian yang dialami akibat insiden tersebut. “Untungnya insiden ini juga tidak sampai berdampak pada operasional kita. Tapi kita masih mencari tahu penyebab terjadinya ledakan itu,” tandasnya.

Pada bagian lain, Kapolres Cilegon AKBP Anwar Sunarjo membenarkan adanya pembukaan garis polisi yang dilakukan PT Dover Chemical dilokasi kejadian. Menurutnya langkah itu bagian dari upaya untuk menelusuri penyebab terjadinya ledakan. “(Pembukaan garis polisi) Memang itu lagi mau diperbaiki. Karena kebetulan juga sudah datang tim ahli dari PT Dover. Untuk penelitian dugaan kebocoran itu sendiri, belum kita lakukan. Tapi dari perusahaan sudah kita panggil,” katanya melalui sambungan telepon. (Devi Krisna)