Warga saat mengungsi ke halaman DPRD Kota Cilegon, Kamis (18/2) sore.

CILEGON – Ledakan yang disertai asap pekat di area loading I PT Dover Chemical, Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Kamis (18/2/2016) sore, membuat panik warga dari sejumlah RT di sekitar pabrik. Warga memilih kabur dan meninggalkan tempat tinggalnya karena khawatir bahaya gas kimia.

Abadi, warga RT 02 RW 02 lingkungan Keramat Raya, Kelurahan Gerem, menuturkan, warga memilih mengungsi karena khawatir keselamatan mereka terancam. “Saya, dengan warga yang lain tadi ngungsi ke Cikuasa Atas. Takut bau gas kimia berterbangan. Soalnya, kena mata juga akan perih,” ujarnya melalui sambungan telepon.

Pemilik rumah makan Padang ‘Rajawali’ yang berada tepat di seberang pabrik PT Dover Chemical ini protes lantaran tidak adanya sirine maupun pemberitahuan apapun dari pihak perusahaan kepada warga sekitar pabrik saat ada ledakan. Warga panik menyelamatkan diri saat terdengar bunyi ledakan disertai asap pekat, yang muncul tak lama kemudian. “Pada saat kejadian, tidak ada sirine, maupun pemberitahuan apapun dari Dover. Warga milih ngungsi sendiri. Kami kecewa, terus terang saja pimpinan Dover saat ini tidak kenal warga sama sekali. Saya yang di depannya (pabrik) saja tidak kenal,” katanya.

Beda halnya dengan Eni Sulistiani (48). Warga paruh baya yang tinggal dekat PT Dover Chemical ini memilih mengungsi ke gedung DPRD Cilegon. Ia bersama puluhan warga menumpang angkot tak lama setelah ledakan. “Kebanyakan warga itu (ngungsi) ke gunung (arah Cikuasa Atas). Saking panik, kaki saya lemas. Anak saya saja dititipin dengan tetangga, tadi yang bawa motor. Suami saya sedang kerja. Dia tidak tahu keadaan saya seperti ini sekarang,” ujarnya kepada wartawan di gedung DPRD Cilegon.

Eni mengungkapkan, ledakan di PT Dover Chemical bukan kali ini saja. “Kalau ada telepon (kabar) semuanya sudah aman, saya balik lagi ke rumah,” katanya. (Devi Krisna)