PT GUN: Kompensasi Shift dan Ekstra Puding Tidak Masuk Struktur Penggajian

0
2114

CILEGON – PT Garda Utama Nasional (GUN) angkat bicara terkait tudingan yang dilontarkan oleh Serikat Buruh Migas Cilegon soal hak pekerja.

Sebelumnya, Ketika Serikat Buruh Migas Cilegon Adi Ardian menyebut jika PT GUN tidak memberikan hak kepada Awak Mobil Tangki (AMT) yang membawa truk tangki milik Pertamina selama empat tahu. Hal yang dimaksud adalah kompensasi shift serta ekstra puding.

HRD PT GUN Hernovian menjelaskan, selama ini semua hak AMT yang masuk dalam struktur penggajian telah dipenuhi oleh perusahaan.

Menurutnya hak AMT yang tertuang dalam struktur penggajian adalah gaji pokok dan tunjangan performance.

Sedangkan kompensasi shift dan ekstra puding tidak masuk dalam struktur, sehingga hal itu bukan menjadi kewajiban perusahaan.

“Ekstra puding, pernah kita kasih, tapi tidak rutin, hanya dalam momen tertentu, misalnya ada Satgas, atau jumlah pengiriman BBM di luar target sebenarnya,” paparnya, Kamis (10/6).

Kemudian, perusahaan pun selama ini kerap memberikan bonus kepada AMT baik sopir maupun kenek.

Karena itu PT GUN menyayangkan adanya pernyataan dari serikat tersebut.

“Pernyataan itu bukan dari pekerja, tapi dari serikat,” ujarnya.

Dijelaskan, Hernovian, persoalan antara PT GUN dan AMT berawal dari sanksi pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap dua AMT yang bekerja sebagai sopir dan kenek.

Keduanya disanksi karena ditangkap oleh polisi saat menurunkan bahan bakar minyak (BBM) di tol.

Kendati di PHK, PT GUN tetap memberikan pesangon dan hak dua AMT tersebut sesuai dengan rekomendasi Disnaker Kota Cilegon.

Sopir menerima, namun kenek menolak dan ingin menyerahkan penyelesaian persoalan tersebut kepada serikat.

“Sebenarnya lebih enaknya kalau mau melanjutkan ke tahap PHI, disitu pembuktiannya salah apa enggak. Kalau kita melihatnya satu paket, sopir dan kenek,” ujarnya. (Bayu Mulyana)