Penumpang kereta api.

JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (KAI) berencana menghapus total kereta kelas bisnis. Dengan begitu, ke depan hanya ada dua kelas yang disuguhkan, yakni eksekutif dan ekonomi. Rencana tersebut diwujudkan dalam jangka waktu empat tahun mendatang.

Target waktu itu memang masih terbilang lama. Kendati demikian, KAI tak mau berleha-leha. Lembaga BUMN pimpinan Edi Sukmoro tersebut secara bertahap sudah menambah kereta kelas ekonomi. Untuk tahun ini saja, KAI berencana menambah 14 train set (rangkaian kereta). Jumlah tersebut diperuntukkan rangkaian kereta ekonomi (5 train set) dan sisanya untuk kelas eksekutif.

Direktur Komersial KAI Bambang Eko Martono membeberkan, satu di antara lima train set kereta ekonomi yang dipesan tersebut telah dioperasikan pada angkutan Lebaran lalu. Kereta yang belum diberi nama itu melayani rute Kutoarjo–Pasar Senen. Sementara itu, untuk kereta eksekutif, empat train set juga telah digunakan. Diperkirakan, 2–3 minggu mendatang sisa pesanan train set rampung.

’’Akan jalan lagi lima train set. Dua train set untuk KA Bima dan masing-masing satu train set untuk Argo Lawu Dwipangga, Anggrek, dan Kutowijaya,’’ jelasnya, Jumat (22/7), dilansir JawaPos.com.

Bambang menyatakan, 14 kereta baru dengan nilai Rp4,5 miliar per kereta tersebut memang sengaja disiapkan secepatnya sehingga bisa dimanfaatkan dalam momen libur Natal 2016 dan Tahun Baru 2017. ’’Selain itu, memang niatnya untuk mengganti kereta kelas bisnis. Kami lakukan secara bertahap,’’ ungkapnya.

Dia menyatakan, jumlah kereta bisnis terbilang sedikit. Dari data KAI, kereta bisnis hanya meliputi kereta bisnis Senja Utama Solo, Fajar Utama Yogyakarta, dan Mutiara Selatan. Disinggung soal alasan penghapusan kereta bisnis, Bambang menuturkan, hal tersebut berkaitan dengan kereta tua yang harus segera diganti. (mia/kim/JPG)