Proses penandatanganan nota kesepahamana antara PT KBS dengan Dana Pensiun Krakatau Steel di Hotel The Royale Krakatau, Kota Cilegon, Senin (19/3). (Foto: Riko Budi Santoso)

CILEGON – PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) yang berlokasi di Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon dalam waktu dekat ini akan mengambil alih PT Multi Sentana Baja dan PT Wahana Sentana Baja dari Dana Pensiun Krakatau Stell.

Penandatanganan nota kesepahaman persiapan pengambilalihan kedua perusahaan itu antara PT KBS dengan Dana Pensiun Krakatau Steel pun telah dilakukan hari ini, Senin (19/3) yang bertempat di Hotel The Royale Krakatau, Kota Cilegon.

Direktur Utama PT KBS Tonno Sapoetro mengatakan pengambilalihan dua perusahaan tersebut untuk melengkapi agar PT KBS memiliki perusahaan yang bergerak dibidang logistik sendiri. Ia mengaku akan menyatukan kedua perusahaan tersebut.

“Logistik itu bisa kereta api, trucking dan itu akan disatukan. Yang tadinya multi dan wahana dibawah dana pensiun itu nanti punya entity bisnisnya sendiri. Akuisisi,” ujar Tonno.

Selama dua bulan kedepan, ia mengaku akan mengevaluasi nilai investasi untuk kedua perusahaan tersebut. Akuisi itu disebut Tonno akan membantu PT KBS menggerakan perusahaannya. “Kalau ada program yang bagus pastinya akan memperbaiki saham. Kita mengumpulkan hal yang positif, ini salah satunya,” katanya.

Memiliki perusahaan yang bergerak dibidang logistik, PT KBS mengaku sudah tertingal dibandingkan BUMN lain. “Kita telat daripada logistik yang lain. Pelindo, Pertamina sudah punya. Rata-rata BUMN sudah punya. KS belum punya, dan ini waktunya,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Utama Dana Pensiun KS, Haris Setijosasono mengatakan dua perusahaan yang dialihkan ke PT KBS dinilai tepat agar logistik serivis yang mendukung PT Krakatau Steel fokus disatu tempat, yakni PT KBS. Sehingga nantinya tidak ada persaingan dibidang logistik antara PT KBS dengan Dana Pensiun KS.

“Darat dan laut itu nanti semuanya ditangani sama PT KBS, termasuk bongkar muatnya. Keuntungannya sudah jelas tahun depan akan didapatkan oleh PT KBS, tapi sekarangkan kami mendapatkan dana dari pengambilalihan ini,” tuturnya.  (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)