PT PCM Gandeng Bosowa Bangun Pelabuhan Warnasari

0
845 views

CILEGON – Pembangunan Pelabuhan Warnasari atau belakangan disebut Terminal Laut Warnasari, mulai menemukan titik terang. PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) telah resmi menggandeng PT Bosowa Bandar Indonesia, anak perusahaan PT Bosowa Corporindo untuk membangun pelabuhan tersebut.

​Kesepakatan kedua belah pihak ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) di aula Setda II Pemkot Cilegon, Jumat (24/2). Turut hadir dalam penandatanganan MoU itu Walikota TB Iman Ariyadi beserta para pejabat pemkot serta manajemen Bosowa Corporindo.

Walikota Tb Iman Ariyadi mengatakan, penandatanganan MoU itu merupakan momentum yang sangat penting bagi Kota Cilegon. Ini karena apa yang diimpikan Pemkot Cilegon yang ingin memiliki pelabuhan, segera terwujud. “Apa yang kita targetkan, secara bertahap mulai menjadi kenyataan,” kata Walikota, kepada wartawan.

Menurut Iman, perjuangan masyarakat Cilegon untuk memiliki pelabuhan telah melalui proses yang sangat panjang. Dimulai sejak 2001, ketika kepemimpinan Cilegon dijabat almarhum Tb Aat Syafaat. “Ketika itu, beliau berani mengeluarkan Perda (Nomor 1 Tahun 2001 tentang Kepelabuhanan. Dan alhamdulillah, hari ini (kemarin-red), tahapan pembangunan sudah dimulai dengan penandatanganan MoU,” ungkapnya.

Dipilihnya PT Bosowa Bandar Indonesia, kata Iman, karena merupakan salah satu perusahaan yang sudah berpengalaman di bidang kepelabuhanan. “Sampai saat ini, Bosowa telah memiliki delapan pelabuhan yang tersebar di wilayah Indonesia. Dan dengan kerja sama ini, maka Cilegon merupakan pelabuhan Bosowa yang kesembilan dengan sistem kerja sama,” ujar Walikota.

​Dalam pembangunan tersebut, tambah Walikota, Bosowa akan membangun dermaga curah kering, dermaga cair, trestle, crane, dan fasilitas lainnya di dalam sebuah pelabuhan. “Kami yakin, dengan kerja sama yang baik antara Bosowa dengan kami, semua perencanaan yang telah disusun dengan matang akan bisa terealisasi dan bisa mewujudkan pelabuhan ini sebagai pelabuhan bertaraf internasional,” katanya.

Walikota berharap, setelah penandatanganan MoU ini kedua belah pihak dapat segera bergerak melakukan percepatan pembangunan dengan tiga tahapan utama, yaitu jangka pendek, menengah, dan jangka panjang. “Percepatan pembangunan pelabuhan seperti ini merupakan sebuah langkah yang kami harapkan,” kata dia.

Dari sisi regulasi, pemkot pun telah mendorong agar DPRD Cilegon segera menyelesaikan pembahasan raperda tentang penyertaan modal daerah dalam bentuk barang milik daerah kepada PT PCM. “Insya Allah dalam waktu dekat akan segera dibahas,” harap Walikota.

Chairman Bosowa Corporation Erwin Aksa menyatakan, pihaknya siap membangun pelabuhan yang telah ditentukan. Untuk sementara, pelabuhan akan dibangun di atas lahan sepuluh hektare. “Di sana akan dibangun dermaga dan sejumlah fasilitas lainnya,” terang Erwin.

Erwin menjelaskan, yang pertama akan dibangun adalah dermaga. Selanjutnya adalah fasilitas darat yang berkaitan dengan kebutuhan pabrik-pabrik kimia, gula, dan lainnya. “Untuk tahap pertama ini, jika melihat luas lahannya, modal yang dibutuhkan untuk pembangunan dari awal sampai selesai itu sekitar Rp1,5 triliun sampai Rp2 triliun,” jelas putra Aksa Mahmud ini.
​Kata Erwin, dengan modal sebesar itu, sudah mencakup pembuatan detail engineering design (DED) dan feasibility study (FS). “Nah, sekarang kita diberikan waktu tiga bulan untuk membuat DED. Setelah DED selesai, nanti akan dibahas bersama dengan PT PCM,” ujar Erwin.

​Direktur Utama (Dirut) PT PCM Jamhari menyatakan, untuk tahap pertama ini, Bosowa hanya akan membangun di atas lahan sepuluh hektare. “Tapi nanti juga akan ada pengembangan bisnisnya. Jadi tetap, nanti Bosowa juga akan membangun sisa lahan yang belum dibangun. Pokoknya sebelum Pak Wali selesai menjabat, pelabuhan ini harus sudah selesai,” tandasnya. (Imam/Radar Banten)