PT SBM Garap Usaha Pelabuhan

SERANG – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Serang Berkah Mandiri (SBM) menggarap proyek usaha pelabuhan di Kecamatan Bojonegara. Proyek itu bekerja sama dengan perusahaan swasta dengan pemanfaatan lahan kosong.

Kerja sama antara BUMD itu dengan pihak swasta dilakukan di Pendopo Bupati Serang dengan menandatangani memorandum of understanding (MoU), Selasa (12/11). Hadir juga Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah dan Wakil Bupati Pandji Tirtayasa.

Wakil Bupati Pandji Tirtayasa mengatakan, setelah dilakukan perombakan direksi pada PT SBM, pihaknya menekankan jajaran direksi untuk membuat terobosan baru. Supaya, PT SBM tidak mati suri seperti dua tahun yang lalu. “Kalau dulu kan fokusnya hanya ke proyek tower, sekarang kita coba untuk masuk ke usaha bidang pelabuhanan,” katanya.

Pandji mengatakan, ada beberapa lahan milik perusahaan swasta yang terbengkalai. Kemudian, lahan tersebut akan dimanfaatkan PT SBM dengan bentuk kerjasama. “Kita menjamin legalitas tanah mereka, disisi lain lahan mereka yang terbengkalai ktia manfaatkan oleh SBM supaya bisa saling menguntungkan,” ujarnya.

Lahan yang kosong yang dimanfaatkan PT SBM di Kecamatan Puloampel sekitar sembilan hektare. Di atas lahan itu, kata Pandji, akan dibuat pelabuhan bongkar muat. “Nanti kita akan buka jeti dan doking kapal di sana, kemudian juga penyimpanan barang-barang,” ucapnya.

Namun, pihaknya belum menyertakan modal kepada PT SBM untuk rencana proyek tersebut. Kata Pandji, penyertaan modal juga akan dikerjasamakan dengan perusahaan lainnya. “Kita akan kerja sama dengan pihak lain yang bisa membantu usaha ini,” katanya.

Sementara itu, Direktur PT SBM Didin Wardiono mengatakan, bentuk kerja sama itu yakni sharing keuntungan antara PT SBM dengan perusahaan swasta. PT SBM akan memanfaatkan lahan kosong milik swasta yang terbengkalai. “Kalau usahanya berjalan, nanti bisa menyumbang pendapatan daerah juga,” katanya.

Didin mengatakan, kerja sama itu akan berlangsung selama sepuluh tahun. Setiap enam bulan akan dilakukan evaluasi sejauh mana efektivitasnya. Pihaknya mengaku akan mengurus perizinan usaha itu pada Desember 2019. “Nanti kita akan lihat, apakah usahanya hanya pelabuhan bongkar muat saja atau juga yang lainnya,” pungkasnya. (jek/zee/ags)