PT TGK Langgar Administrasi

0
1.278 views

SERANG – PT Trasti Global Konverta (TGK) dianggap tidak melakukan pelanggaran pidana. Pelanggaran pabrik masker yang berada di Kampung Hegarmanah, Desa Kragilan, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang itu hanya bersifat administrasi.

“Belum dihentikan (penyelidikan-red), sedang dalam proses penyelidikan. Ini pelanggaran administrasi saja. Kita tunggu prosesnya (penyelidikan-red),” kata Direktur Reskrimsus Polda Banten Komisaris Besar (Kombes) Pol Nunung Syaifuddin, Kamis (12/3).

Kata Nunung, PT TGK memang belum memiliki izin edar produksi untuk dalam negeri. Tetapi, perusahaan tersebut memiliki izin ekspor dan impor alat kesehatan jenis masker.

“Hari ini kita akan rapat dengan dinkes (dinas kesehatan-red) dan perindag (dinas perindustrian dan perdagangan-red) untuk membahas ini (masalah masker-red). Kalau pabrik ini berhenti kebutuhan masker akan langka lagi. Banten saja kekurangan (masker-red),” kata Nunung.

Namun, Nunung meminta PT TGK segera mengurus izin produksinya. Sehingga, produksi PT TGK tidak dinilai ilegal. “Betul (kita dorong urus perizinan-red). Kalau sudah lengkap (perizinan-red), mau kita apakan lagi? (PT TGK-red),” jelas mantan kapolres Serang tersebut.

Pabrik masker itu digerebek polisi pada Jumat (6/3) lalu. Penggerebekan pabrik yang berlokasi di Kampung Hegarmanah, Desa Kragilan, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang itu dipimpin langsung oleh Direktur Reskrimsus Polda Banten Komisaris Besar (Kombes) Pol Nunung Syaifuddin.

Saat digerebek, para pekerja masih mengemas masker hasil produksi. Diduga pengemasan alat kesehatan tersebut tidak memenuhi standar sesuai Pasal 62 ayat 1 Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Sementara, bagian Legal PT TGK Nurdin mengklaim perusahaannya telah mengantongi izin. “Izin produksi ada. Izin industri ada kita. Nanti kita lampirkan dokumen (saat datangi Polda Banten-red),” kata Nurdin beberapa waktu lalu.

Diakui Nurdin masker hasil produksi pabriknya itu diekspor ke Hongkong dan Singapura. Selain itu, masker hasil produksi PT TGK dijual ke sejumlah pabrik di Indonesia. “Kalau barang dari impor kita stop dulu karena kasus itu (corona-red). Kalau kita ekspor ke Hongkong dan Singapura,” tutur Nurdin. (mg05/nda/ags)