Puasa Meredam Covid-19

Ilustrasi berdoa. Foto: Pixabay
Dr. Syafi’in Mansur, MA

Orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah tidak akan gentar dengan virus corona ini. Karena urusan mati sudah ditakdirkan oleh Allah, namun yang terpenting berusaha untuk menghindarinya dan menjaga kesehatan serta kebersihan dan kesucian hati, bahkan amal kebaikan untuk mempersiapkan kematian untuk menghadap dan pertanggun jawaban di hadapan Allah Maha Kuasa. Maka ibadah puasa yang dilakukan oleh hamba Allah yang beriman dan bertakwa akan dapat meredam dan meluluhlantakkan serta membersihkan Covid-19 atau corona di muka bumi ini. Dengan alasan dan bukti yang kuat dari Alquran dan Sunnah Rasulullah Saw antara lain:

Pertama, hamba Allah yang berpuasa di bulan Ramadan pasti sehat karena mendapatkan jaminan dari Rasulullah Saw. “Berpuasalah kamu maka kamu menjadi sehat” [HR. Ibnu Na’im]. Kemudian Allah juga menegaskan dengan firman-Nya “Barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan maka itu lebih baik baginya dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahuinya” [QS. Al-Baqarah [2]: 184]. Berarti Allah dan Rasul sudah menjamin bagi hamba Allah yang berpuasa maka tidak akan meragukan kebenaran dan janji Allah dan Rasul-Nya bahwa hamba Allah yang berpuasa pasti sehat.

Allah dan Rasul-Nya menyerukan bahwa ibadah puasa di bulan Ramadan adalah kewajiban bagi setiap muslim dan muslimah serta memberikan kesehatan bagi anggota tubuh dan hati manusia. Bahkan yang berpuasa ada keseimbangan anggota tubuh manusia, kesetabilan gerak jantungnya, mengurangi berbagai penyakit, menyembuhkan saraf-saraf yang tidak sehat dan menghidupkannya serta dapat menjaga dari serangan penyakit sehingga hamba Allah yang berpuasa tetap terjaga kesehatannya. Berarti virus korona atau covid 19 tidak akan dapat menyerang kita dan kita pun terhindar dari virus tersebut dan yakinlah kepada Allah dan Rasul-Nya.

Kedua, hamba Allah yang berpuasa di bulan Ramadan pasti akan didengar dan dikabulkan rintihan doanya kepada Allah karena Rasulullah Saw. bersabda “Ada tiga orang yang tidak ditolak doa mereka, yaitu orang yang berpuasa sampai dia berbuka, seorang penguasa yang adil dan doa orang yang dizalimi [teraniaya]. Doa mereka diangkat oleh Allah keatasawan dan dibukanannya baginya pintu langit dan Allah bertitah: Demi kepercayaan-Ku, Aku akan memenangkanmu [menolongmu] meskipun tidak segera” [HR. At-Tarmidzi].

Ketiga, hamba Allah yang berpuasa di bulan Ramadan yang dilandasi dengan keimanan dan mengharap ridha Alllah maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya. Dalam hal ini, Rasulullah Saw. bersabda “Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan keimanan dan mengharap keridhaan Allah maka diampuni dosa-dosanya yang terdahulu” [HR. Bukhari]. Hamba Allah yang berpuasa diampuni segala dosanya pasti anggota tubuhnya menjadi bersih dan suci sehingga badannya menjadi sehat dan kebal dari serangan penyakit karena datangnya menyakit karena dari diri kita sendiri.

Perbuatan dosa dan kemaksiatan adalah penyakit hati manusia yang tidak dikontrol dengan keimanan, ketakwaan dan ibadah, baik ibadah shalat, puasa, zakat dan haji serta dzikir dan doa. Maka hal itu akan ditambah penyakitnya kalau hatinya menjadi tertutup dan buta. Allah berfirman “Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta” [QS. Al-Baqarah [2]: 10]. Oleh karena itu, ibadah puasa dapat membesihkan dan mensucikan hati dengan diampuni dosa-dosanya oleh Allah Yang Maha Bijaksana.

Pengampunan dosa oleh Allah karena hamba-hamba Allah berpuasa, beribadah dan bersedekah di bulan Ramadan dengan keiklasan dan keimanan yang benar dan kokoh maka Allah akan memberikan keberkahan, rahmah, ampun dan kesehatan lahir dan bantin serta diberikan rezeki yang berkah. Sebagaimana Allah menyatakan dalam firman-Nya “Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezki (nikmat) yang mulia” [QS. Al-Anfal [8]: 4].

Keempat, hamba Allah yang berpuasa di bulan Ramadan pasti menunaikan shalat dan tarawih sebagai kewajiban dan kesempurnaan ibadah puasa yang membawa berkah bagi umat manusia, bahkan mendapatkan ampunan dari Allah Yang Maha Adil. Rasulullah Saw. bersabda “Allah Azza Wajalla mewajibkan puasa Ramadhan dan Aku sunnahkan shalat malam harinya. Barangsiapa berpuasa dan shalat malam dengan mengharap keridhaan Allah, maka dia keluar dari dosanya seperti banyi yang baru dilahirkan oleh ibunya” [HR. Ahmad].

Kelima, hamba Allah yang berpuasa di bulan Ramadan pasti menguarkan zakat fitrah, zakat mal dan bersedekah yang dapat membersihkan harta dan mensucikan hati bagi yang menunaikannya. Allah menegaskan dalam firman-Nya “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui” [QS. At-Taubah [9]: 103].

Berzakat bagi yang berpuasa akan mensucikan dan membantu bagi kehidupan sosial sebagai wujud keimanan dan akhlak mulia. Bahkan zakat dan sedekah dapat menghalau bencana dan penyakit. Sebagaimana Rasulullah Saw. bersabda “Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang yang sakit dengan bersedekah dan persiapkandoa untuk menghadapi datangnya bencana” [HR. At-Tarmidzi]. Betapa sempurna dan indahnya bagi yang berpuasa melalukan amal kebaikan dengan zakat, sedekah dan berdoa, maka Allah akan hilang berbagai penyakit dan mengurngi musibah.

Keenam, hamba Allah yang berpuasa di bulan Ramadan pasti akan selalu rajin membaca Al-Qur’an karena Al-Qur’an diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad Saw pada bulan Ramadan sebagai petunjuk, penjelas, bembeda antara yang hak dan yang batil. Allah berfirman “(Beberapa hari yang ditentukan itu) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)” [QS. Al-Baqarah [2]: 185].

Ketujuh, Hamba Allah yang berpuasa di bulan Ramadan pasti rajin mengonsumi kurma dan madu, karena keduanya memberikan khasiat untuk kesehatan jasmani dan ruhani dengan rajin mengkonsumsi kurma dan madu. Sebagaimana Rasulullah Saw. bersabda “Apabila seorang dari kalian berbuka puasa, hendaknya ia berbuka dengankorma, karena sesungguhnya korma adalah berkah. Bila tidak mendapatkan korma, maka hendaknya dengan air karena sesungguhnya air adalah suci” [HR. At-Tarmidzi].

Buka puasa dengan korma akan memberikan keberkahan, baik untuk jasmani maupun untuk ruhani sehingga menjadi sehat. Bahkan madu memberikan obat bagi kesembuhan dan kesehatan bagi hamba Allah yang berpuasa kalau mengonsumsinya. (*)