PUB Dukung Banten Ketahanan Pangan Nasional

0
607 views

LEBAK – Pengurus Perkumpulan Urang Banten (PUB) meninjau lokasi program ketahanan pangan Banten di Gunungkencana, Kabupaten Lebak, Sabtu (4/7). Dalam kunjungan itu, PUB mendukung program Banten lumbung ketahanan pangan nasional.

Saat ini Banten telah memiliki 70.000 Ha lahan guna mendukung program Banten lumbung ketahanan pangan nasional baik dalam pertanian maupun perkebunan. Pada tahap awal akan segera digarap 1.000 Ha. “Saya mengucapkan terima kasih karena sudah datang ke Cimanyangray, khususnya dari PUB yang mencintai Banten. Saya informasikan bahwa di sini ada 1.005 Ha hutan pangkuan desa (HPD) dari Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Lestari yang belum produktif. Kami menyerahkan kepada PUB agar lahan bisa lebih produktif. Kami siap bekerja sama dengan PUB untuk mengelola lahan selama tidak mengubah peruntukan lahan,” ujar Kepala Desa Cimanyangray Farid Ibnu Akhsin menyambut kedatangan PUB seperti rilis yang diterima Radar Banten, Minggu (5/7).

Rombongan PUB dipimpin Sekum Eden Gunawan yang didampingi Waketum Bidang Pertanian Anton Apriyantono, Waketum Bidang Perbendaharaan Muhammad Hasan Gaido, dan pengurus PUB lainnya. Tuut hadir juga Kepala Dinas Pertanian Lebak Rahmat Yuniar.

Sekum PUB Eden Gunawan mengatakan, program ketahanan pangan sangat penting karena ketahanan pangan nasional maupun internasional lagi menurun. “Saya menekankan bahwa PUB bukanlah perusahaan, melainkan wadah penyambung kepentingan rakyat dengan pemerintah dalam menyejahterakan rakyat Banten. PUB bukan investor, tapi penghubung kepentingan pemerintah dengan investor. PUB hadir ke Cimanyangray dalam rangka melanjutkan program Gubernur Banten tentang 1.000 Ha yang kurang produktif dan diubah menjadi lebih produktif,” ujar Eden Gunawan.

Dinas Pertanian Lebak yang turut hadir bukti dukungan terhadap program PUB. Kehadiran PUB ini sebagai dukungan bagi Pemkab Lebak bagi peningkatan produksi pertanian. “Luas lahan darat di Lebak belum optimal, padahal potensinya luar biasa, ada gadung, manggis, jengkol, beras merah, dan sebagainya. Kami berkeinginan peningkatan produksi, karena petani masih pedati dan japati, belum simpati. Kami siap mendukung program PUB,” kata Kepala Dinstan Lebak Rahmat Yuniar.

Sementara Anton Apriyantono menambahkan, selain kebutuhan pada lahan, aspek penting lain yang mesti mendapatkan fokus adalah sumber daya manusia, yaitu petani-petani di Banten. “Kunci keberhasilan pertanian adalah SDM. PUB akan bicara khusus dengan Gubernur tentang pendampingan petani. Dinas terkait sebaiknya menyediakan program khusus peningkatan kapasitas petani. Saya ke Cimanyangrai untuk koordinasi, mendapat input dari petani dalam rangka memfasilitasi melalui jejaring PUB, seperti para investor, perusahaan pertanian. Ini bukan bantuan, tapi fasilitasi,” katanya.

Kabupaten Lebak sudah ada kerja sama LMDH dengan petani. Tapi masih masih banyak potensi dan kapasitasnya yang perlu dikembangkan khususnya komoditi jagung. “Pelaku utama bidang pertanian yaitu petani. Mereka inilah yang harus paling produktif. Terutama petani yang berkeinginan untuk berubah. Pesan buat pak jaro, harus jelas setiap petani garap lahan yang mana, buat rencana pertanian, lebih banyak gunakan pupuk organik. Kita akan siapkan bibit unggul bekerja sama dngan para pihak. Petani jangan dibebani administrasi, karena petani adalah pelaku teknis lapangan,” kata Anton, yang juga pernah menjabat Menteri Pertanian periode Presiden SBY ini. (alt)