Pulang dari Zona Merah Covid-19 Jadi ODP

SERANG – Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Kabupaten Serang terus bertambah. Hingga Sabtu (28/3), jumlah ODP di Kabupaten Serang mencapai 291 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) tiga orang. Penambahan ODP didapat dari warga yang baru pulang dari daerah zona merah coronavirus disease (Covid)-19.

Berdasarkan data yang diperoleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Serang, pada Kamis (26/3) jumlah ODP sebanyak 224 orang dan PDP tiga orang. Kemudian, pada Jumat (27/3) jumlah ODP meningkat menjadi 264 orang. Kemudian Sabtu (28/3), jumlah ODP kembali bertambah menjadi 291 orang. Paling banyak di Kecamatan Petir dengan 36 ODP mengacu data status warga ODP yang tersebar di 29 kecamatan di Kabupaten Serang. Sementara PDP tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Anyar, Jawilan, dan Kecamatan Padarincang.

Manajer Crisis Center Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang Jhoni Efendi Wangga mengatakan, pihaknya sudah memeroleh data OPD berdasarkan hasil identifikasi di setiap kecamatan. Tim dari kecamatan melakukan pendataan terhadap warganya yang baru pulang dari daerah zona merah Covid-19. “Setiap warga yang baru pulang dari kota zona merah Covid-19, otomatis masuk kategori ODP meskipun tidak mempunyai keluhan,” ungkap Jhoni kepada Radar Banten di ruang kerjanya, Minggu (29/3).

Kata Jhoni, saat ini warga yang berstatus ODP diisolasi di rumahnya masing-masing dan dipantau petugas medis di puskesmas. Sementara warga yang berstatus PDP, lanjut Jhoni, mengalami sakit infeksius dan sedang mendapatkan perawatan di rumah sakit. Menurut Jhoni, banyaknya warga berstatus ODP di Kabupaten Serang karena letak geografis wilayah berdekatan dengan daerah zona merah Covid-19. Seperti DKI Jakarta dan Tangerang. “Warga kita banyak yang bekerja dan berkegiatan di sana (Jakarta dan tangerang-red),” katanya.

Sementara itu, Camat Petir Asep Herdiana mengakui, warga di wilayahnya menjadi kecamatan terbanyak status ODP karena banyak yang bekerja di Tangerang dan Jakarta. “Wilayah kita juga jadi perlintasan alternatif menuju Rangkasbitung, jadi banyak orang lalu lalang,” terangnya.

Oleh karena itu, kata Asep, pihaknya melakukan langkah-langkah untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, mulai dari penyemprotan cairan disinfektan hingga memberikan edukasi kepada masyarakat. “Kita juga sudah mengimbau warga supaya menunda aktivitas ke luar daerah dan menghindari keramaian,” pungkasnya. (jek/zai/ags)