Pulang Nyabu, Mahasiswa Ditangkap

Nanda Kurniawan saat meminta pendapat kuasa hukumnya usai pembacaan surat dakwaan di PN Serang Selasa (25/2).

SERANG – Nanda Kurniawan (21) terpaksa mendekam di penjara. Mahasiswa asal Kelurahan Jombang Wetan, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon ini ditangkap usai mengonsumsi sabu-sabu. Kemarin (25/2), Nanda diadili di Pengadilan Negeri (PN) Serang.

Nanda ditangkap di kediamannya pada Rabu (13/11/2019). Nanda sebelumnya mengajak Teguh Muhammad (penuntutan terpisah) mengonsumsi sabu-sabu. Teguh menerima ajakan Nanda.

Nanda kemudian menelepon pengedar yang dikenal bernama Hadi (buron). Nanda memesan satu paket sabu-sabu seharga Rp500 ribu.

“Kemudian terdakwa (Nanda-red) diarahkan untuk mengambil sabu-sabu di tiang listrik Lingkungan Seneja, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Cilegon Sudiono saat membacakan surat dakwaan.

Setelah paket sabu-sabu diambil, Nanda menelepon Teguh. Dia meminta Teguh menyiapkan bong atau alat isab. “Sekira pukul 18.45 WIB, terdakwa datang ke rumah Teguh Muhammad,” ujar Sudiono dihadapan majelis hakim yang diketuai Yusriansyah.

Di dalam kamar Teguh, Nanda menyerahkan sabu-sabu itu kepada Teguh. Sebelum dikonsumsi, Teguh membagi narkotika itu menjadi dua paket kecil. Satu paket digunakan bersama, sedangkan sisanya disimpan di balik kaca kamar. “Terdakwa menyimpan sabu (sisa sabu-red) dibalik cermin kamar Teguh Muhammad,” kata Sudiono.

Usai mengomsumsi sabu, Nanda meninggalkan rumah tetangganya tersebut. Sekira pukul 22.00 WIB, Nanda didatangi tim Satresnarkoba Polres Cilegon berpakaian preman.

“Sebelumnya Teguh Muhammad telah dilakukan penangkapan. Ditemukan barang bukti satu bungkus sabu di dalam bungkus rokok,” kata Sudiono.

Nanda mengakui sabu-sabu tersebut adalah miliknya. Nanda didakwa secara alternatif. Pertama, Pasal 114 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Atau kedua, Pasal 112 ayat (1) undang-undang yang sama. Atau, ketiga Pasal 127 UU yang sama.

“Menurut terdakwa surat dakwaan telah benar yang mulia (menyebut hakim-red). Kami tidak mengajukan eksepsi dan meminta untuk dilanjutkan ke proses pemeriksaan saksi,” kata Sri Murtini, kuasa hukum Nanda.

“Dengan demikian sidang kita nyatakan ditunda Selasa pekan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi,” timpal Yusriansyah. (mg05/nda/ags)