Puluhan Anggota DPRD Banten Kembalikan Uang Suap ke KPK

Net. KPK
Net. KPK

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa 58 saksi terkait kasus suap Bank Banten. Dari 58 saksi tersebut, 25 orang di antaranya merupakan anggota DPRD Banten. Lebih dari sepuluh orang mengakui menerima duit pengesahan APBD Banten mengenai pembentukan Bank Banten.

Hal tersebut dikatakan Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha, Jakarta, Rabu (13/1/2016). Usai diperiksa penyidik KPK, para anggota DPRD Banten ini juga langsung mengembalikan uang suap. “Selain dilakukan pemeriksaan juga kemarin sejumlah anggota DPRD mengembalikan uang dan jumlahnya saya belum tahu”.

Baca Juga : KPK Sudah Periksa 58 Saksi Kasus Suap Bank Banten

Menurut Priharsa, para anggota DPRD yang mengembalikan uang tersebut sebagian besar dari Badan Anggaran DPRD Banten. “Anggota DPRD Banten yang mengembalikan uang tersebut sebagian dari Banggar,” beber Priharsa.

Priharsa sendiri mengaku masih menunggu informasi mengenai jumlah uang yang sudah dikembalikan tersebut. “Tidak bisa disampaikan (jumlahnya). Tapi yang pasti saat proses pemeriksaan itu sejumlah anggota banggar DPRD Banten itu mengembalikan uang,” kata dia.

Sebagai informasi, KPK menjadwalkan pemeriksaan beberapa anggota DPRD Banten. Mereka adalah Bonnie Mufijar, Ivan Ajie Purwanto, Heri Handoko, M. Miptahuddin, Ali Nurdin A. Gani, Gunaral Suprihadi, Thoni Fathnoni Mukson, Adde Rossi Khaerunnissa, Rahmat Abdul Gani dan sejumlah nama lainnya.

Sebelumnya, dua anggota DPRD Banten, Hartono dan Tri Satya diduga sebagai penerima suap dan disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Sementara, Ricky diduga sebagai pemberi suap dan disangka Pasal 5 ayat 1 a atau b atau 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (bbs/RBOnline)