Puluhan Orang Rusak Pabrik di Cikande Dini Hari

SERANG – Sekelompok orang menyerang sebuah pabrik di Jalan Desa Songgomjaya Nomor 88, Desa Songgomjaya, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Minggu (5/8) dini hari. Kasus penyerangan yang merugikan perusahaan itu sedang diusut Satreskrim Polres Serang.

Informasi diperoleh, sekira pukul 02.00 WIB, para pelaku mendatangi PT Mitra Karya Texindo (MKT). Pelaku yang berjumlah lebih dari sepuluh orang itu melempar kayu dan batu ke arah tembok pagar perusahaan.

“CCTV (closed-circuit television) lebih dahulu dirusak oleh pelaku dengan cara dilempar. Jadi, perusakan itu sudah direncanakan,” kata Manajer Legal PT MKT Sangab dihubungi Radar Banten, Jumat (10/8).

Para pelaku kemudian merobohkan gerbang pagar pabrik. Setelah roboh, pelaku merangsek masuk areal pabrik dan merusak tiga unit truk dan motor milik karyawan menggunakan kayu dan batu. “Kaca truk dipecahin. Motor karyawan juga dirusak,” kata Sangab.

Masih belum puas, para pelaku merusak pos keamanan dan menjebol loker penyimpanan barang pribadi milik karyawan. Beberapa ponsel dan helm milik karyawan diambil paksa. “Mereka juga memukul karyawan dan satpam. Ada dua orang yang luka. Dompet satpam juga mereka rampas dan diambil uangnya,” tutur Sangab.

Setelah penyerangan itu, para pelaku pergi meninggalkan lokasi. Satu jam seusai penyerangan tersebut, petugas Polsek Cikande datang ke lokasi kejadian. “Yang melaporkan itu masyarakat sekitar,” kata Sangab.

Diduga serangan itu dipimpin oleh seseorang berinsial Mu. Sebab, dua bulan sebelum penyerangan itu, Mu pernah mendesak bertemu dengan pimpinan perusahaan. “Ada orang mengendarai sepeda motor dan melemparkan botol minuman ke arah pintu gerbang. Kejadian itu hampir tiap malam,” kata Sangab.

Bahkan, pada 2015, Sangab mengakui pernah melaporkan Mu ke Mapolsek Cikande dengan tuduhan perusakan. Namun, laporan tersebut tidak ditangani secara serius. “Bahkan, Selasa (7/8) kemarin, mereka datang lagi naik tembok. Untung, ada petugas polisi yang berjaga, jadi mereka urung,” kata Sangab.

Gangguan keamanan tersebut menyebabkan perusahaan tidak dapat berjalan optimal. “Saya merasa kecewa karena para pelaku sampai sekarang masih bebas berkeliaran,” jelas Sangab.

Sementara itu, Kapolres Serang Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Indra Gunawan menepis anggapan pihaknya tidak serius menangani kasus tersebut. “Kami sudah sidik (penyidikan-red). Prosesnya kan harus melalui prosedur,” kata Indra.

Perwira menengah kepolisian itu meminta pihak perusahaan yang bergerak di bidang pewarnaan kain itu bersabar menunggu penyidikan. “Ternyata (terlapor-red) juga membuat laporan. Semuanya harus diproses. Kita tidak bisa melarang orang membuat laporan,” kata Indra. (Merwanda/RBG)