Puluhan Pelaku UMKM di Lebak Dilatih Manajemen Ritel Oleh Alfamart

0
599 views

LEBAK – Puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) diberikan pelatihan manajemen ritel modern oleh PT. Sumber Alfaria Trijaya.Tbk di toko Alfamart Kartini Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Kamis (25/1).

“Tujuan pelatihan ini agar pelaku UMKM di Lebak dapat memahami manajemen ritel modern. Ritel modern dan ritel tradisional sudah saar tumbuh berdampingan. Keduanya harus bersinergi untuk mendapatkan hasil yang terbaik dalam marketing,” kata Branch Manager Alfamart Serang Ikwan Ngabdi Rahardjo kepada Radar Banten Online selaku narasumber di acara tersebut, Kamis (25/1).

Ikwan melanjutkan, pelatihan ini akan digelar secara rutin setiap tahun yang disetiap wilayahnya memiliki jaringan toko Alfamart. Sehingga para pelaku UMKM dapat meningkatkan usahanya kejenjang yang lebih baik.

Selain dengan pelatihan, pihak Alfamart juga sudah membangun sinergitas dengan pe-ritel tradisional melalui program Outlet Binaan Alfamart (OBA). Implementasi program tersebut, pertama untuk memberikan pelatihan manajemen ritel dan kedua menyediakan layanan pesan antar barang dagangan yang mempunyai harga khusus bagi member OBA.

“Hal ini sejalan dengan visi perusahaan, kita ingin membangun jaringan
distribusi ritel yang berorientasi pada pemberdayaan pedagang kecil. Karena pedagang ritel tradisional perlu dibekali dengan ilmu manajemen ritel modern agar memiliki daya saing,” ujarnya.

Ikwan menambahkan, materi yang disampaikan dalam pelatihan manajemen ritel modern ini
antara lain, tentang manajemen penataan barang, pengaturan persediaan barang, manajemen keuangan (Cash flow) dan tatacara berwirausaha yang baik.

Pada kesempatan tersebut juga turut hadir Member Relation Coordinator Branch Serang
Adestya Tri Mulyono dengan memberikan ilmunya tentang materi bagaimana pengelolaan warung secara baik sehingga terus berkembang dan maju, sehingga berdaya saing.

“Hal yang harus diingat saat mengelola warung adalah harus memiliki ciri khas tersendiri, sehingga selalu diingat oleh konsumen. Selain itu, harus konsisten dengan jam operasional dengan memperhatikan persediaan barang yang dijual. Agar konsumen tahu percis dan selalu ingat, ketika akan belanja kembali terhadap keperluannya,” ucapnya.

Mulyono menambahkan, mengenai jam operasional kenapa harus konsisten, itu akan membuat para konsumen mengingat. “Misalkan, oh kalau warung ibu si pulan jam lima pagi itu, pasti sudah buka,” ujarnya seraya mencontohkan ketika para konsumen akan berbelanja. (Omat/twokhe@gmail.com).