CILEGON – Puluhan warga Kota Cilegon menjadi korban penipuan lowongan pekerjaan melalui jejaring media sosial. Humas PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak Mario Sardadi Oetomo mengatakan, pihaknya menerima informasi dari PT Mujur Makmur yang berkantor di Kawasan Komplek Krakatau Steel, Kelurahan Kotabumi, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, mengenai banyaknya pelamar mendatangi PT Mujur Makmur dengan maksud hendak melamar pekerjaan di PT ADP Indonesia Fery Cabang Merak.

“Hari ini kita mendapatkan laporan ada sekitar 10 sampai 20 orang berseragam hitam-putih datang ke PT Mujur Makmur. Tapi perusahaan itu juga tidak merasa membuka lowongan untuk ASDP,” katanya, Kamis (29/1/2015).

Menurut Mario, PT ASDP cabang Merak tidak sedang membuka lowongan kerja. Untuk proses pembukaan lowongan kerja sendiri, perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut, juga selalu langsung ditangani oleh kantor pusat PT ASDP Indonesia Ferry di Jakarta.

“Kita tidak pernah membuka lowongan kerja di sini. Jika memang ada, itu langsung ditangani pusat dan di publikasikan melalui website resmi milik kami (PT ASDP),” ujarnya.
Mario mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan PT Mujur Makmur dan Polres Cilegon terkait kasus ini.

“Info loker itu hoax, kita sudah laporkan ini secara lisan ke Intel, dan melakukan koordinasi dengan PT Mujur Makmur,” ungkapnya.

Mario meminta masyarakat untuk berhati-hati dalam menanggapi informasi tentang lowongan kerja di PT ASDP. Terlebih jika lowongan kerja tersebut memungut biaya. “Itu yang kami khawatirkan, untuk itu kami minta masyarakat untuk berhati-hati info loker tersebut,” pintanya.

Direktur PT Mujur Makmur Noviyanti Alamsyah mengataan, “Tadi pagi ada beberapa orang datang ke kantor kami dengan menggunakan seragam hitam-putih. Karena kami tidak ada kaitannya dengan ASDP maka kami tidak layani,” ungkapnya.

“Tadi ada perwakilan PT ASDP datang ke sini untuk menanyakan hal itu. Kalau kami tidak merasa dirugikan dengan adanya kejadian ini, jadi tidak perlu dibawa ke jalur hukum,” sambungnya. (Devi Krisna)