Puluhan pemuda yang merusak kantor Adira Finance Rangkasbitung dikumpulkan di dalam kantor Adira sebelum dibawa ke Polres Lebak.

RANGKASBITUNG – Puluhan pemuda berseragam loreng merah hitam merusak kantor Adira Finance Cabang Rangkasbitung di Jalan Multatuli, Kelurahan Muara Ciujung (MC) Barat, Kecamatan Rangkasbitung, Rabu (24/2/2016), sekira pukul 11.30 WIB. Aksi tersebut berhasil dihentikan polisi. Namun kursi dan ruang pelayanan customer di dalam kantor dirusak.

Sebanyak 34 orang pemuda yang diduga melakukan perusakan langsung ditangkap dan dikumpulkan di dalam kantor Adira, sambil dijaga ketat oleh polisi. Begitu di luar kantor Adira, puluhan polisi juga siaga.

Masyarakat yang mendengar ada keributan di Adira, langsung mendekat dan menontonnya. Arus lalu lintas di Jalan Multatuli sempat macet karena warga berkerumun di sekitar kantor Adira.

adira 2

Ishak, Kepala Kolektor Adira Finance Cabang Rangkasbitung, mengatakan, sekira pukul 11.30 beberapa orang pemuda yang memakai seragam kemeja dan kaos loreng berwarna merah hitam masuk ke kantor Adira. Mereka merokok di dalam ruangan tempat pelayanan pembayaran angsuran kendaraan. Ishak pun menegurnya agar tidak merokok di ruangan ber-AC. Namun teguran tersebut tidak diindahkan.

“Awalnya saya tegur, mereka enggak terima. Beberapa saat kemudian masuk puluhan pemuda dan melakukan pengrusakan di dalam kantor,” kata Ishak kepada wartawan, Rabu (24/2).

Ishak mengungkapkan, pada saat kejadian memang tidak ada aparat kepolisian yang berjaga. Kondisi tersebut membuat puluhan pemuda bertindak anarkis dan merusak kursi, kaca, serta peralatan kantor di ruang pelayanan. “Karyawan Adira ketakutan dan hanya pasrah melihat kantornya dirusak massa,” ungkapnya.

Nagfir, karyawan Adira Finance lainnya, menyesalkan aksi premanisme di kantornya. Dia berharap, aksi tersebut tidak terulang kembali karena persoalan apapun bisa diselesaikan dengan musyawarah. “Dugaan kami, kejadian ini terkait dengan penarikan kendaraan yang dilakukan Adira di lapangan,” paparnya.
Kapolres Lebak AKBP Didi Hayamansyah menyatakan, aksi premanisme diduga dilakukan oknum anggota Persatuan Komando Merah Putih (PKMP). Penyebabnya, pihak Adira menarik kendaraan dari konsumen yang menunggak bayar angsuran beberapa bulan. Tidak puas dengan tindakan tersebut, para pemuda yang menggunakan seragam loreng merah hitam mendatangi Adira untuk mempertanyakan kasus tersebut.
“Saya belum bisa pastikan motif pengrusakan yang dilakukan para pemuda tersebut. Sekarang, mereka sudah kita amankan dan motifnya akan didalami penyidik,” ujar Didi saat meninjau kantor Adira.

Menurutnya, polisi akan melakukan pemeriksaan secara maraton dan pihaknya belum mengetahui motif dan orang yang menggerakan kelompok pemuda tadi.
“Aksi premanisme tidak dibenarkan dan harus ditindak tegas,” ujarnya.

Sementara itu, puluhan pemuda yang diamankan polisi memilih bungkam ketika ditanya wartawan dan masyarakat. Tidak ada satu pun dari mereka yang mau bicara menyikapi kasus tersebut. (Mastur/RBG)