Puluhan Rumah di Puloampel Terendam Banjir

0
992
Babinsa Serda Ujang Sujai memantau warga yang sedang membersihkan teras rumah di Desa Margagiri, Kecamatan Bojonegara, Minggu (24/1). F

PULOAMPELSebanyak 32 rumah penduduk di Kampung Cikubang, Desa Argawana, Kecamatan Puloampel terendam banjir akibat diguyur hujan selama lima jam sejak malam, Minggu (24/1). Sementara di Desa Margagiri, Kecamatan Bojonegara, banjir menggenangi akses jalan dan teras rumah setinggi sekira 50 senti meter. Banjir terjadi akibat drainase yang sempit.

Pantauan Radar Banten di Kampung Masigit, Desa Margagiri, Kecamatan Bojonegara, Minggu (24/1) siang, warga tampak mulai membersihkan teras rumahnya yang tergenang air. Beberapa ada yang berusaha menguras air dengan mesin penyedot air, ada pula yang sibuk membersihkan saluran drainase yang tersumbat sampah.

Selain di permukiman, banjir juga menggenangi akses jalan Raya Bojonegara–Puloampel, tepatnya di depan PT Sankyu, Desa Argawana, Kecamatan Puloampel. Para pengendara yang melintas tampak berhati-hati, ketinggian air di jalan tersebut sekira 40 senti meter.

Saifudin, warga setempat mengatakan, hujan deras mulai turun sejak pukul 03.00 dini hari. Kemudian pukul 06.00 WIB air mulai menggenangi jalan dan permukiman rumah warga. Warga sempat panik dan menyelamatkan perabotan rumah seperti kasur dan elektronik. “Sebenarnya kita mah sudah biasa kebanjiran, setiap tahun juga kan kayak gini,” katanya.

Dijelaskan Saifudin, di wilayahnya, banjir disebabkan lantaran sempitnya drainase sehingga tak mampu menampung air kiriman dari gunung di Desa Pakuncen, Desa Pengarengan, Ukirsari dan terakhir berimbas meluap di Desa Margagiri. “Drainasenya perlu dinormalisasi, biar airnya enggak meluap ke jalan,” ungkapnya.

Berdasarkan catatan Radar Banten, banjir serupa pernah terjadi di awal tahun 2020 di mana sekira 150 rumah terendam akibat intensitas hujan tinggi. Penyebabnya diduga dipicu lantaran bukit-bukit dan gunung di wilayah Puloampel telah gundul akibat aktivitas penambangan batu. Akibat banjir ini, memicu aksi demo warga yang berbuntut memblokade jalan dan menghentikan lalu lintas kendaraan bertonase besar milik perusahaan .

Hingga kemarin, dari pemantauan di lapangan, wilayah Kecamatan Bojonegara dan Kecamatan Puloampel dikelilingi penambangan batu masih terjadi. Jika curah dengan intensitas tinggi, air dari bukit langsung mengalir ke permukiman warga lantaran tak ada lagi pohon tempat resapan air.

Ketua Badan Pemusyawahan Desa (BPD) Margagiri, Toha Karya menambahkan, aktivitas galian tanah bukan merupakan satu-satunya faktor terjadinya banjir. “Ada banyak faktor penyebabnya sih, galian tanah iya, penyempitan drainase juga,” ujarnya.

Tersumbatnya aliran air pada drainase pun, kata Toha, bukan hanya terjadi karena adanya penyempitan yang disebabkan oleh sampah, tapi juga bangunan rumah-rumah warga yang dibangun di atas saluran drainase. “Banyak yang bangun rumah tapi enggak memperhatikan saluran drainase,” ungkapnya.

Kendati demikian, Toha berharap, persoalan banjir tahunan di Kecamatan Bojonegara dan Puloampel bisa diselesaikan dan ditemukan solusinya. Menurutnya, Pemkab Serang dan pihak perusahaan harus berembuk mencari solusi bersama. “Harus ada solusi, masa setiap tahun mau banjir terus,” keluhnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Nana Sukmana Kusuma membenarkan jika banjir terjadi akibat sempitnya drainase yang menyebabkan air meluap. Pihaknya memfokuskan penanganan di Desa Argawana, Kecamatan Puloampel karena paling parah terdampak banjir. “Ada 32 rumah warga yang terendam,” kata Nana yang dikonfirmasi Radar Banten via ponselnya sekira pukul 17.00 WIB, Minggu (24/1).

Selain di Kampung Cikubang, kata Nana, banjir juga terjadi di Kampung Kedung Soka, Desa Argawana. Namun ia memastikan, tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD dibantu oleh Tagana, Basarnas, Polsek setempat dan warga terjun ke lokasi untuk memastikan kondisi sudah kondusif. “Sekarang air sudah surut dan warga sudah beraktivitas seperti biasa,” pungkasnya. (mg06/air)