Puluhan Spanduk Usang Ditertibkan Satpol PP Lebak

LEBAK – Sebanyak 33 spanduk usang yang tersebar di wilayah Rangkasbitung, Cibadak, dan Kalanganyar ditertibkan Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lebak. Spanduk usang dan tidak berizin tersebut dinilai telah membuat wajah kota menjadi kumuh dan kotor.

Pantauan Radar Banten, puluhan personel Dinas Satpol PP Lebak diterjunkan untuk melakukan penertiban. Sasaran pertama, spanduk dan baliho yang telah usang di seputaran Alun-alun Rangkasbitung. Setelah itu, tim bergerak menuju bundaran Mandala, By Pass Soekarno – Hatta, Jalan Otto Iskandardinata, dan Jalan Siliwangi di Pasirona. Spanduk dan baliho yang terpasang di pohon, pagar, dan pinggir jalan diturunkan.

Kepala Seksi Operasi dan Pengendalian (Opsdal) Dinas Satpol PP Lebak Syahrohi mengatakan, penertiban spanduk dan baliho yang usang serta tidak berizin rutin dilakukan Satpol PP Lebak. Spanduk dan baliho tersebut melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2010 Tentang Pajak Reklame dan Perda Nomor 17 Tahun 2006 Tentang Penyelenggaraan Kebersihan Keindahan dan Ketertiban (K3).

“Hasil penertiban yang dilakukan Satpol PP di Rangkasbitung, Mandala, dan beberapa lokasi lain kurang lebih 33 spanduk,” kata Syahrohi kepada wartawan.

Keberadaan spanduk dan baliho yang usang serta tidak berizin, lanjutnya, telah membuat kumuh dan kotor lingkungan. Spanduk tersebut tidak dirawat dan masa berlakunya telah habis. Namun tetap dibiarkan terpasang di ruang publik. Untuk itu, Satpol PP Lebak rutin melakukan penertiban spanduk yang telah usang dan tidak berizin. Jika dibiarkan maka Kota Rangkasbitung akan menjadi kumuh dan kotor.

“Masyarakat atau pengusaha yang akan memasang spanduk atau baliho diharapkan harus mengantongi izin terlebih dahulu. Jangan seenaknya. Jika masa berlakunya sudah habis maka harus segera diturunkan,” paparnya.(Mastur)