Puluhan Tahun BAB di Sawah, Kini Punya Jamban Sendiri

Salah seorang warga yang menerima bantuan jamban dari OASE, Senin (24/2).

Kunjungan Ibu Negara RI Iriana Joko Widodo di Kampung Kenari, Kecamatan Kasemen, Kota Serang

Istri orang nomor satu di Indonesia, Iriana Joko Widodo, datang ke Ibukota Provinsi Banten untuk memberikan bantuan seribu jamban.

Rostinah – SERANG

Kampung Kenari, Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, tiba-tiba ramai, kemarin. Kedatangan Ibu Negara RI Iriana Joko Widodo beserta rombongan membuat sebagian warganya tak lagi harus lari ke sawah untuk buang air besar (BAB).

Sontak, senyum semringah melintas di bibir Abdul Fatah (50). Warga Kampung Kenari RT 13 RW 05, Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang itu senang karena sekarang ia sudah memiliki jamban sendiri dan tak perlu lagi lari ke luar rumah untuk sekedar buang air dan BAB.

Bantuan jamban dan air bersih dari Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Indonesia Maju itu akan mengubah hidupnya. Selama ini, Fatah beserta keluarganya harus lari ke sawah atau selokan untuk buang air kecil, bahkan BAB. Ia menyadari perilakunya itu jauh dari bersih apalagi sehat.

Sebenarnya, pria yang bekerja sebagai buruh tani itu ingin mempunyai jamban di rumahnya sendiri, tapi apa daya, ia tidak mempunyai biaya. “Tidak ada kemampuan. Pengin mah pengin,” tutur Fatah di rumahnya, Senin (24/2).

Ia mengaku bisa menggunakan jamban meskipun baru saat ini memilikinya. Sebelum ada jamban di rumahnya, ia pernah mencoba memakai MCK umum. Tapi, lokasinya jauh dari tempat tinggalnya. “Jauh, tapi kalau ke sawah atau ke selokan dekat,” lirihnya.

Meskipun biasa buang air kecil dan BAB ke sawah atau selokan, pria yang sudah memiliki enam anak dan dua menantu itu tak risi lantaran sudah terbiasa. Hanya saja, dengan adanya jamban di rumahnya, ia mengaku, tidak akan lagi ke sawah atau selokan.

Pemberian bantuan oleh OASE itu tak hanya berupa jamban saja. Tetapi, bantuan itu sudah berupa sebuah kamar mandi yang dibangun di bagian belakang rumah Fatah. Bahkan, kamar mandi dengan ukuran sekira 1,5 meter dikali 1,5 meter itu terlihat paling berwarna dibandingkan bagian lain rumah Fatah. Maklum saja, rumah Fatah yang memiliki luas sekira empat meter kali delapan meter itu hanya beralaskan semen saja dan tembok berwarna putih yang sudah kusam.             

Sedangkan kamar mandi yang dibangun dari bantuan OASE itu didominasi warna biru muda. Selain toilet jongkok dan keran, lantai kamar mandi juga dikeramik dengan warna putih biru senada dengan warna dindingnya.

Bagian rumah yang saat ini dibangun kamar mandi itu dulunya digunakan Fatah dan keluarga sebagai dapur. Kini, dapur rumah Fatah mengecil, tetapi fungsinya justru membesar.

Hal senada disampaikan Homsiah, warga RT 13 RW 05, Kampung Kenari, Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Sebelum punya jamban, ia dan keluarganya harus ke sawah untuk buang air kecil dan BAB.    

“Kalau hujan pakai payung, kalau malam-malam terpaksa gelap-gelapan,” ujarnya.

Ia mengaku, sedari dulu ingin mempunyai jamban sendiri, tapi lantaran tidak punya biaya, ia belum bisa mewujudkannya. Selain jamban, ia juga mendapatkan air bersih. “Sebelumnya sih pakai PDAM,” tutur Homsiah.

Sama dengan Fatah, kamar mandi di rumah Homsiah juga berwarna biru. Letaknya berada di belakang rumah, bersebelahan dengan dapur. Tadinya ruangan itu digunakan untuk menyimpan kayu bakar, kini kayu bakar itu disimpannya di luar rumah.

Meski begitu, ia bersyukur di rumahnya terdapat jamban sehingga ia tak perlu lagi ke sawah. Homsiah mengaku, akan menjaga dan merawat jamban tersebut. (*)