Inilah wanita yang terjaring razia pekat Satpol PP Kabupaten Serang dan Polres Serang.

SERANG – Sebanyak 23 wanita berpakaian seksi terjaring operasi penyakit masyarakat (pekat) Satpol PP Kabupaten Serang dan Polres Serang, Rabu (24/2) malam lalu. Empat orang dibaawa petugas dari sebuah warung di Ciruas dan 19 lagi dari Kafe Kuda Laut di Desa Serdang, Kecamatan Kramatwatu. Setelah didata identitasnya di Polres Serang dan di kantor Satpol PP, kemudian mereka dipulangkan.

Selian menjaring wanita yang diduga pekerja seks komersial, petugas menyita puluhan botol minuman keras (miras) dan menyegel sebuah waraung di Kecamatan Cikande.

Kepala Satpol PP Kabupaten Serang Arif Ahmad Rifa’i mengatakan, razia dilakukan berdasarkan Perda Nomor 05 Tahun 2006 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Pekat serta kesepakatan saat melakukan musyawarah dengan pemuka agama. “Segala kegiatan yang meresahkan warga dan mengganggu ketertiban umum itu yang kita jadikan objek operasi,” ujar Arif seperti diberitakan koran Radar Banten hari ini.

Kepala Bagian Operasi pada Polres Serang Kompol Yoga Priyahutama mengatakan, pihaknya hanya melakukan pendampingan operasi yang dilakukan Satpol PP Kabupaten Serang. Meski demikian, menurutnya, perda yang mengatur tentang miras dan pekat harus tetap ditegakkan. “Ya, kami sebagai aparat penegak hukum siap membantu dan memberikan rasa aman dan nyaman terhadap warga, tentu itu dilakukan dengan cara mencegah peredaran miras atau jenis penyakit masyarakat lain,” katanya di Polres Serang. (RBG)