Puluhan Warga Kota Serang Masih Dipasung

0
104
Pasung
Ilustrasi/Inet

SERANG – Sebanyak 34 warga Kota Serang dipasung keluarganya sendiri. Namun, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Serang sudah berupaya melepaskan pasungan tersebut.

Kepala Dinsos Kota Serang Syamsuri Dahlan mengatakan, pihaknya telah meminta pihak keluarga untuk melepaskan pasungan. “Kami sudah komunikasi dengan pihak keluarga. Kami intervensi,” ujar Syamsuri, Kamis (24/5).

Kata dia, jumlah warga yang dipasung juga tersebar di enam kecamatan. Hanya saja, mayoritas berada di Kecamatan Kasemen dan berasal dari keluarga yang kurang mampu.

Syamsuri mengatakan, apabila ada yang membutuhkan penanganan medis, pihaknya langsung merujuk ke rumah sakit. “Biasanya pihak keluarga sengaja menyembunyikan mereka karena malu,” tuturnya.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang Hasan mengatakan, pihaknya bersama Dinsos memberikan penanganan kepada warga yang dipasung. “Secara rutin kami melakukan pemeriksaan,” tuturnya.

Hanya saja, ia mengungkapkan, ada beberapa kendala dalam penanganan warga yang dipasung. Misalnya lantaran malu, warga yang mengalami disabilitas mental tak masuk dalam kartu keluarga sehingga tak mempunyai kartu identitas secara resmi. Selain itu, selama ini rumah sakit kebingungan menangani orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) lantaran mereka tak memiliki jaminan kesehatan. “Kami juga kesulitan memberikan jaminan kesehatan karena mereka (ODGJ-red) tak mempunyai kartu identitas,” ungkap Hasan.

Wakil Walikota Serang Sulhi mengatakan, Pemkot Serang tak akan membiarkan ada warga yang terpasung. “Selama ini yang terpasung, kami usahakan untuk dibebaskan,” tandasnya.

Meskipun warga yang tadinya dipasung itu tak dibiarkan berkeliaran di luar rumah oleh keluarganya. “Jadi hanya tetap dikurung di rumah,” tutur Sulhi. (Rostinah/RBG)