SERANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Dinas Kesehatan Provinsi Banten bakal melaksanakan puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2015 tingkat provinsi di Puspemkot Tangerang, pada 29 November 2015. Beragam kegiatan pelayanan kesehatan gratis akan dilakukan dalam rangkaian HKN yang diperingati setiap 12 November.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Sigit Wardojo mengatakan, kegiatan pelayanan kesehatan gratis itu berupa donor darah, inspeksi visual asam (IVA) guna deteksi dini kanker leher rahim, khitanan massal, pemeriksaan kesehatan jiwa, serta konseling HIV AIDS. “Kita juga mengadakan screening penyakit tidak menular serta melakukan tes penyakit tidak menular di antaranya tes gula darah, kolesterol, dan operasi katarak. Dalam acara tersebut, 30 masyarakat penderita katarak yang berasal dari keluarga tidak mampu di wilayah Banten akan mendapatkan pelayanan operasi gratis. Yang mendapatkan operasi ini yang kataraknya sudah parah. Selain itu yang memang siap dan memenuhi kriteria untuk dioperasi,” kata Sigit kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (6/11/2015).

Menurutnya, pada puncak peringatan HKN 2015 ini, pihaknya menargetkan sebanyak 3.000 orang menghadiri acara. “Pada puncak acara, rangkaian seremonial akan dimulai dengan jalan sehat bersama Gubernur Banten, Walikota Tangerang dan jajarannya, dan bersama-sama melakukan kampanye pola makan sehat untuk menghindari gizi buruk dan obesitas,” ujarnya.

Selain itu, pada puncak acara juga diadakan gerak jalan yang menampilkan pesan kesehatan antara lain tentang gizi seimbang, perilaku hidup bersih, serta perilaku hidup sehat tanpa rokok, alkohol, dan narkotika. “Saat ini di sekitar kita rokok dan alkohol semakin lama semakin marak sebagai pelarian terhadap tekanan di sekitar lingkungan atau kehidupan,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala Seksi Promosi Kesehatan (Promkes) di Dinkes Banten Mahmud menambahkan, rangkaian kegiatan HKN nanti tidak hanya menjadi ajang seremonial, karena akan dilaksanakan berbagai macam kegiatan parade kesehatan dengan melibatkan masyarakat umum. (air/ags/Dinas Kesehatan Provinsi Banten/ADV)